Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi global, pasar mencermati kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan militer kedua negara memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Menurut dia, meningkatnya risiko gangguan pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, sehingga memperbesar tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi lebih lama (higher for longer), yang pada akhirnya memperkuat posisi dolar AS terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai penguatan rupiah juga masih tertahan oleh pemulihan ekonomi yang belum optimal. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih berada di bawah 5% seiring belum kuatnya investasi dan konsumsi rumah tangga, sehingga pelaku usaha cenderung menunda ekspansi di tengah tingginya biaya pendanaan dan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Untuk perdagangan sepekan mendatang, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.880 hingga Rp18.250 per dolar AS. Menurut dia, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Menurut dia, meningkatnya risiko gangguan pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, sehingga memperbesar tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi lebih lama (higher for longer), yang pada akhirnya memperkuat posisi dolar AS terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai penguatan rupiah juga masih tertahan oleh pemulihan ekonomi yang belum optimal. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih berada di bawah 5% seiring belum kuatnya investasi dan konsumsi rumah tangga, sehingga pelaku usaha cenderung menunda ekspansi di tengah tingginya biaya pendanaan dan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Untuk perdagangan sepekan mendatang, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.880 hingga Rp18.250 per dolar AS. Menurut dia, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
(nng)
Lihat Juga :