Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:27 WIB
loading...
Unit Usaha TAP melaksanakan program Susu Sehat Bernutrisi (SEHATI) di Kabupaten Muaro Jambi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sektor swasta terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sejak dini guna mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Langkah ini diwujudkan melalui komitmen penyediaan asupan nutrisi tambahan secara berkelanjutan di berbagai kawasan daerah operasional guna menekan angka stunting.
"Kalau bisa saya ingin, program susu ini terus berlanjut, supaya aku dan teman-teman lain bisa terus minum susu," ujar salah seorang siswi SD 198 Bukit Baling Kabupaten Muaro Jambi, Zahira, dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Komitmen pemenuhan gizi tersebut diwujudkan oleh unit usaha TAP Untuk Negeri melalui PT Brahma Binabakti (BBB) yang secara konsisten melaksanakan program Susu Sehat Bernutrisi (SEHATI). Program yang diselenggarakan dua kali seminggu ini telah menjangkau 16 sekolah tingkat PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar dengan sasaran ratusan siswa di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kepala Sekolah SD 198 Bukit Baling, Faradilah Zumroh, mengapresiasi konsistensi dunia usaha dalam menghadirkan program intervensi gizi langsung ke lingkungan sekolah. Menurutnya, bantuan nutrisi tambahan berupa susu ini terbukti membantu menjaga kondisi fisik anak-anak serta menekan risiko kekurangan gizi pada peserta didik.
Inisiatif program gizi anak ini sejalan dengan agenda nasional dalam mengikis angka stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting secara nasional berhasil turun menjadi 19,8 persen, sementara Provinsi Jambi mencatatkan capaian sebesar 17,1 persen.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Meskipun angka stunting di Provinsi Jambi berada di bawah rata-rata nasional, intervensi kualitas gizi anak tetap memerlukan penguatan sinergis. Kerja sama intensif antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta dinilai menjadi pilar utama dalam mengakselerasi pemulihan gizi anak di pelosok daerah.
Upaya pencapaian generasi unggul tidak hanya bertumpu pada kurikulum pendidikan di dalam kelas, melainkan ditentukan oleh pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik sejak usia dini. Kecukupan gizi menjadi fondasi krusial agar anak-anak memiliki daya tahan tubuh optimal serta kapasitas belajar yang maksimal.
"Kalau bisa saya ingin, program susu ini terus berlanjut, supaya aku dan teman-teman lain bisa terus minum susu," ujar salah seorang siswi SD 198 Bukit Baling Kabupaten Muaro Jambi, Zahira, dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Komitmen pemenuhan gizi tersebut diwujudkan oleh unit usaha TAP Untuk Negeri melalui PT Brahma Binabakti (BBB) yang secara konsisten melaksanakan program Susu Sehat Bernutrisi (SEHATI). Program yang diselenggarakan dua kali seminggu ini telah menjangkau 16 sekolah tingkat PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar dengan sasaran ratusan siswa di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kepala Sekolah SD 198 Bukit Baling, Faradilah Zumroh, mengapresiasi konsistensi dunia usaha dalam menghadirkan program intervensi gizi langsung ke lingkungan sekolah. Menurutnya, bantuan nutrisi tambahan berupa susu ini terbukti membantu menjaga kondisi fisik anak-anak serta menekan risiko kekurangan gizi pada peserta didik.
Inisiatif program gizi anak ini sejalan dengan agenda nasional dalam mengikis angka stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting secara nasional berhasil turun menjadi 19,8 persen, sementara Provinsi Jambi mencatatkan capaian sebesar 17,1 persen.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Meskipun angka stunting di Provinsi Jambi berada di bawah rata-rata nasional, intervensi kualitas gizi anak tetap memerlukan penguatan sinergis. Kerja sama intensif antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta dinilai menjadi pilar utama dalam mengakselerasi pemulihan gizi anak di pelosok daerah.
Upaya pencapaian generasi unggul tidak hanya bertumpu pada kurikulum pendidikan di dalam kelas, melainkan ditentukan oleh pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik sejak usia dini. Kecukupan gizi menjadi fondasi krusial agar anak-anak memiliki daya tahan tubuh optimal serta kapasitas belajar yang maksimal.
(nng)
Lihat Juga :