Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:40 WIB
loading...
Danantara Indonesia mempercepat konsolidasi maskapai penerbangan milik negara dengan mengintegrasikan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia mempercepat konsolidasi maskapai penerbangan milik negara dengan mengintegrasikan Pelita Air ke dalam PT Garuda Indonesia Tbk. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem penerbangan nasional melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, dan konektivitas udara.
"Danantara dan BP BUMN sedang mendorong konsolidasi besar maskapai BUMN di bawah PT Garuda Indonesia Tbk. Langkah strategis ini melibatkan maskapai Pelita sebagai bagian integral dari grup Garuda untuk membangun kekuatan penerbangan nasional yang solid," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria seperti dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Pelita Air akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group dan tidak lagi berada di bawah PT Pertamina (Persero). Integrasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun holding maskapai nasional yang lebih kuat dan berdaya saing.
Menurut Dony, penguatan ekosistem penerbangan nasional tidak hanya dilakukan melalui integrasi bisnis, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Hal itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara BP BUMN, Danantara Indonesia, dan jajaran direksi Pelita Air.
"Misi besar kami adalah memperkuat holding maskapai nasional di bawah Garuda dengan fondasi utama semangat pelayanan terbaik yang menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. Melalui pelayanan berkualitas prima dan mendetail, BP BUMN dan Danantara optimistis menempatkan Garuda Group sebagai kekuatan utama maskapai di kancah nasional maupun regional," ujar Dony.
Baca Juga: Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Pihaknya menilai konsolidasi tersebut akan menciptakan sinergi yang lebih kuat antarmaskapai BUMN, baik dari sisi operasional maupun layanan. Integrasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan armada, memperluas jaringan penerbangan, serta memperkuat konektivitas udara nasional.
Selain itu, konsolidasi dianggap dapat memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia di tingkat regional dan global melalui standar layanan yang lebih terintegrasi. Sinergi antara Garuda Indonesia dan Pelita Air diharapkan menghadirkan layanan yang lebih optimal.
"Danantara dan BP BUMN sedang mendorong konsolidasi besar maskapai BUMN di bawah PT Garuda Indonesia Tbk. Langkah strategis ini melibatkan maskapai Pelita sebagai bagian integral dari grup Garuda untuk membangun kekuatan penerbangan nasional yang solid," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria seperti dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Pelita Air akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group dan tidak lagi berada di bawah PT Pertamina (Persero). Integrasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun holding maskapai nasional yang lebih kuat dan berdaya saing.
Menurut Dony, penguatan ekosistem penerbangan nasional tidak hanya dilakukan melalui integrasi bisnis, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Hal itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara BP BUMN, Danantara Indonesia, dan jajaran direksi Pelita Air.
"Misi besar kami adalah memperkuat holding maskapai nasional di bawah Garuda dengan fondasi utama semangat pelayanan terbaik yang menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. Melalui pelayanan berkualitas prima dan mendetail, BP BUMN dan Danantara optimistis menempatkan Garuda Group sebagai kekuatan utama maskapai di kancah nasional maupun regional," ujar Dony.
Baca Juga: Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Pihaknya menilai konsolidasi tersebut akan menciptakan sinergi yang lebih kuat antarmaskapai BUMN, baik dari sisi operasional maupun layanan. Integrasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan armada, memperluas jaringan penerbangan, serta memperkuat konektivitas udara nasional.
Selain itu, konsolidasi dianggap dapat memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia di tingkat regional dan global melalui standar layanan yang lebih terintegrasi. Sinergi antara Garuda Indonesia dan Pelita Air diharapkan menghadirkan layanan yang lebih optimal.
(nng)
Lihat Juga :