Profil dan Harta Kekayaan Perry Warjiyo yang Mundur dari Gubernur BI
Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jabat Plt Gubernur BI
Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, ia menduduki berbagai jabatan strategis di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, makroprudensial, hubungan internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa, hingga Biro Gubernur. Pada 2007-2009, ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group.
Sepulang dari IMF, Perry menjabat Asisten Gubernur sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI pada 2009-2013. Ia kemudian diangkat menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013-2018 sebelum dipercaya menjadi Gubernur BI periode 2018-2023 dan kembali menjabat untuk periode 2023-2028 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023.
Selama memimpin BI, Perry aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum ekonomi internasional seperti IMF, ASEAN, Financial Stability Board (FSB), Islamic Financial Services Board (IFSB), dan Bank for International Settlements (BIS). Di bawah kepemimpinannya, BI juga meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards pada 2018 dan 2022, Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor 2022, serta penghargaan regulator makroprudensial terbaik di Asia Pasifik dari The Asian Banker.
Perry juga dikenal produktif menulis buku dan jurnal di bidang ekonomi serta kebijakan moneter, di antaranya Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).
Harta Kekayaan
Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, ia menduduki berbagai jabatan strategis di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, makroprudensial, hubungan internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa, hingga Biro Gubernur. Pada 2007-2009, ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group.
Sepulang dari IMF, Perry menjabat Asisten Gubernur sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI pada 2009-2013. Ia kemudian diangkat menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013-2018 sebelum dipercaya menjadi Gubernur BI periode 2018-2023 dan kembali menjabat untuk periode 2023-2028 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023.
Selama memimpin BI, Perry aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum ekonomi internasional seperti IMF, ASEAN, Financial Stability Board (FSB), Islamic Financial Services Board (IFSB), dan Bank for International Settlements (BIS). Di bawah kepemimpinannya, BI juga meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards pada 2018 dan 2022, Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor 2022, serta penghargaan regulator makroprudensial terbaik di Asia Pasifik dari The Asian Banker.
Perry juga dikenal produktif menulis buku dan jurnal di bidang ekonomi serta kebijakan moneter, di antaranya Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).
Harta Kekayaan
Lihat Juga :