Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:57 WIB
loading...
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 59 poin atau 0,33% ke posisi Rp18.068 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 59 poin atau 0,33% ke posisi Rp18.068 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa hari ini, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI) serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut hingga menyentuh Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan pagi seiring pelaku pasar mencermati perkembangan sentimen domestik dan global.

"Pasar merespons negatif terhadap mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dari jabatannya," kata analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175

Ibrahim memproyeksikan rupiah berpotensi kembali ditutup melemah pada kisaran Rp18.010 hingga Rp18.060 per dolar AS. Menurut dia, pengunduran diri Perry Warjiyo memicu kekhawatiran investor terhadap independensi BI dalam menentukan arah kebijakan moneter sehingga menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ia menilai pelemahan rupiah juga dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Kondisi tersebut, menurut Ibrahim, diperburuk oleh munculnya persepsi adanya tekanan terhadap BI agar menyesuaikan kebijakan moneternya dengan arah kebijakan pemerintah. "Ini membuat presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia," ujarnya.



Dari faktor eksternal, Ibrahim menjelaskan konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz, sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah. Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, lalu lintas kapal pengangkut komoditas di Selat Hormuz mengalami penurunan, sementara arus pelayaran di Selat Bab el-Mandeb juga melambat setelah serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Baca Juga: Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI

Gangguan terhadap jalur perdagangan energi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan pada September mencapai sekitar 78%, sedangkan pada pertemuan 28-29 Juli, The Fed diperkirakan masih mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Pada perdagangan Senin (27/7), rupiah juga ditutup melemah 46 poin ke level Rp18.009 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat turun tipis 0,02% ke level 101,51, namun belum mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah yang masih dibayangi sentimen domestik maupun gejolak ekonomi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Rupiah Makin Loyo Imbas...
Rupiah Makin Loyo Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Hari Ini Tembus Rp18.083/USD
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Soroti Pelemahan Rupiah...
Soroti Pelemahan Rupiah hingga Kenaikan Harga Minyak, Hary Tanoesoedibjo: Masyarakat Bawah Paling Terpukul
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Rekomendasi
iPhone Ultra Lipat Apple...
iPhone Ultra Lipat Apple Berisiko Terhambat, Ini Masalahnya
Gelar Diskusi Program...
Gelar Diskusi Program MBG, Ini Rekomendasi Aktivis Perempuan Cipayung Plus
Solusi Transportasi...
Solusi Transportasi Praktis untuk Kelancaran Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Salip Nvidia, Apple...
Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved