Perkuat Operasional Rendah Karbon, Danone Indonesia Operasikan PLTS di 11 Pabrik
Selasa, 28 Juli 2026 - 14:04 WIB
loading...
Danone Indonesia meraih penghargaan Solar Awards 2026 kategori industri atas konsistensinya mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam operasional bisnis perusahaan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Danone Indonesia meraih penghargaan Solar Awards 2026 kategori industri atas konsistensinya mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam operasional bisnis perusahaan. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Bali pada 14–16 Juli 2026.
"Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak praktik baik yang dapat mendorong pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia," kata Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Fabby menjelaskan, Solar Awards yang diselenggarakan oleh IESR merupakan bentuk apresiasi kepada institusi yang menunjukkan implementasi nyata pemanfaatan energi surya. Ajang tahunan ini menjadi wadah kolaborasi nasional untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi surya guna mendukung kedaulatan energi.
Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia Karyanto Wibowo menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Pemanfaatan energi surya di fasilitas produksi dinilai sebagai langkah konkret dalam mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Hingga saat ini, Danone Indonesia telah mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 11 fasilitas produksi dengan total kapasitas terpasang melebihi 10,4 MWp. Instalasi tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Klaten, Banyuwangi, Mambal, Cianjur, hingga Sentul dan Ciracas.
Langkah perluasan energi surya ini sejalan dengan komitmen global Danone sebagai anggota RE100. Konsorsium global tersebut menargetkan penggunaan 100 persen listrik dari sumber energi terbarukan di seluruh operasional dunia pada 2030 mendatang.
Baca Juga: Potensinya Rp8.000 Triliun, Intip 2 Skema Ekonomi Karbon di Indonesia
Selain akselerasi energi surya, Danone Indonesia juga mengintegrasikan berbagai inisiatif dekarbonisasi di jalur operasionalnya. Inisiatif tersebut mencakup penanaman lebih dari 2,6 juta pohon di area konservasi seluas 6.000 hektare, pengelolaan 20 taman keanekaragaman hayati, hingga pemanfaatan biomassa rice husk boiler.
Melalui penguatan efisiensi energi dan inovasi berkelanjutan, Danone Indonesia menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk terus mendukung target Net Zero Emissions pemerintah Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional berbasis ekonomi hijau.
"Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak praktik baik yang dapat mendorong pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia," kata Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Fabby menjelaskan, Solar Awards yang diselenggarakan oleh IESR merupakan bentuk apresiasi kepada institusi yang menunjukkan implementasi nyata pemanfaatan energi surya. Ajang tahunan ini menjadi wadah kolaborasi nasional untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi surya guna mendukung kedaulatan energi.
Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia Karyanto Wibowo menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Pemanfaatan energi surya di fasilitas produksi dinilai sebagai langkah konkret dalam mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Hingga saat ini, Danone Indonesia telah mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 11 fasilitas produksi dengan total kapasitas terpasang melebihi 10,4 MWp. Instalasi tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Klaten, Banyuwangi, Mambal, Cianjur, hingga Sentul dan Ciracas.
Langkah perluasan energi surya ini sejalan dengan komitmen global Danone sebagai anggota RE100. Konsorsium global tersebut menargetkan penggunaan 100 persen listrik dari sumber energi terbarukan di seluruh operasional dunia pada 2030 mendatang.
Baca Juga: Potensinya Rp8.000 Triliun, Intip 2 Skema Ekonomi Karbon di Indonesia
Selain akselerasi energi surya, Danone Indonesia juga mengintegrasikan berbagai inisiatif dekarbonisasi di jalur operasionalnya. Inisiatif tersebut mencakup penanaman lebih dari 2,6 juta pohon di area konservasi seluas 6.000 hektare, pengelolaan 20 taman keanekaragaman hayati, hingga pemanfaatan biomassa rice husk boiler.
Melalui penguatan efisiensi energi dan inovasi berkelanjutan, Danone Indonesia menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk terus mendukung target Net Zero Emissions pemerintah Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional berbasis ekonomi hijau.
(nng)
Lihat Juga :