Indonesia Negara Maritim, Tapi Kontribusi Transportasi Laut Hanya 6%
Rabu, 23 September 2020 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, salah satu solusi untuk menggenjot sektor maritim adalah para pelaku usaha dan pemangku kepentingan harus memahami Supply Chain Management (SCM). Kompetensi SCM ini perlu untuk bisa memahami dan menganalisis proses secara end-to-end dalam peningkatan efisiensi biaya logistik perusahaan maupun nasional.
Pemahaman terhadap proses dan biaya logistik harus secara menyeluruh, tidak secara parsial. Dengan mengacu analisis INSA dan Pelni, misalnya, distribusi biaya logistik terbagi atas biaya transportasi laut (19%), biaya di pelabuhan asal dan tujuan (31%), serta biaya transportasi hinterland di wilayah asal dan tujuan (50%).
"Sebagai contoh lain, pelaku usaha harus memahami sistem dan proses yang kompleks. Misalnya, dalam proses kepelabuhanan yang menyangkut sekitar 18 instansi terkait dengan aliran barang, informasi, dokumen, dan uang," beber dia.
SCM harus dipahami para pelaku dari perusahaan manufaktur sebagai pemilik barang, penyedia jasa logistik, transportasi, pergudangan, forwarder/EMKL, pelayaran, operator pelabuhan, perusahaan bongkar muat, depo kontainer, serta kementerian/lembaga terkait.
Menurut dia, SCI juga konsen dalam peningkatan SDM maritim. Salah satunya menyelenggarakan e-Training & e-Certification “SCM for Maritime Sector”. Program diadakan secara online melalui platform Ruang Logistik.
Pemahaman terhadap proses dan biaya logistik harus secara menyeluruh, tidak secara parsial. Dengan mengacu analisis INSA dan Pelni, misalnya, distribusi biaya logistik terbagi atas biaya transportasi laut (19%), biaya di pelabuhan asal dan tujuan (31%), serta biaya transportasi hinterland di wilayah asal dan tujuan (50%).
"Sebagai contoh lain, pelaku usaha harus memahami sistem dan proses yang kompleks. Misalnya, dalam proses kepelabuhanan yang menyangkut sekitar 18 instansi terkait dengan aliran barang, informasi, dokumen, dan uang," beber dia.
SCM harus dipahami para pelaku dari perusahaan manufaktur sebagai pemilik barang, penyedia jasa logistik, transportasi, pergudangan, forwarder/EMKL, pelayaran, operator pelabuhan, perusahaan bongkar muat, depo kontainer, serta kementerian/lembaga terkait.
Menurut dia, SCI juga konsen dalam peningkatan SDM maritim. Salah satunya menyelenggarakan e-Training & e-Certification “SCM for Maritime Sector”. Program diadakan secara online melalui platform Ruang Logistik.
Lihat Juga :