Food Estate Perlu Teknologi yang Tepat
Kamis, 24 September 2020 - 10:35 WIB
loading...
Foto: dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengembangan lumbung pangan nasional atau food estate harus dihitung secara matang. Mulai dari penentuan pengelola, tanaman, teknologi, hingga pembiayaan.
“Saya minta pengembangan food estate ini, betul-betul sekali lagi, dikalkulasi secara matang mengenai siapa yang akan mengolah, kejelasannya. Tanaman apa yang akan dikembangkan, betul-betul lewat data ilmiah lapangan. Sehingga tanaman yang ingin kita tanam itu benar-benar sesuai,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas (ratas), kemarin. (Baca: Inilah Pemandangan Ahli Riya Pada Hari Kiamat)
Jokowi juga menekankan tentang pentingnya teknologi yang digunakan di food estate. Penentuan teknologi ini memang penting mengingat lahan yang digunakan baru ditanami tanaman pertanian.
Masalah pembiayaannya juga menjadi sorotan Presiden karena akan memengaruhi model bisnis yang diterapkan di food estate. Jika model bisnisnya sudah tepat, maka akan digunakan di provinsi-provinsi lain yang memiliki potensi untuk mengembangkan food estate.
“Kalau sudah benar model bisnis ini akan kita gunakan di lokasi untuk provinsi-provinsi yang lainnya. Tapi ini saya kira ini harus benar dulu,” ungkapnya. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina Terganjal Ganti Rugi)
“Saya minta pengembangan food estate ini, betul-betul sekali lagi, dikalkulasi secara matang mengenai siapa yang akan mengolah, kejelasannya. Tanaman apa yang akan dikembangkan, betul-betul lewat data ilmiah lapangan. Sehingga tanaman yang ingin kita tanam itu benar-benar sesuai,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas (ratas), kemarin. (Baca: Inilah Pemandangan Ahli Riya Pada Hari Kiamat)
Jokowi juga menekankan tentang pentingnya teknologi yang digunakan di food estate. Penentuan teknologi ini memang penting mengingat lahan yang digunakan baru ditanami tanaman pertanian.
Masalah pembiayaannya juga menjadi sorotan Presiden karena akan memengaruhi model bisnis yang diterapkan di food estate. Jika model bisnisnya sudah tepat, maka akan digunakan di provinsi-provinsi lain yang memiliki potensi untuk mengembangkan food estate.
“Kalau sudah benar model bisnis ini akan kita gunakan di lokasi untuk provinsi-provinsi yang lainnya. Tapi ini saya kira ini harus benar dulu,” ungkapnya. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina Terganjal Ganti Rugi)
Lihat Juga :