Tahun Musibah Buat Hotel BUMN Ini, Okupansi Anjlok 38,9%

loading...
Tahun Musibah Buat Hotel BUMN Ini, Okupansi Anjlok 38,9%
Tadinya PT Hotel Indonesia Natour (HIN) bermimpi tahun 2021 tahun keemasan di mana kinerja HIN meningkat tajam, tapi di Februari tahun ini terjadi Covid-19. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pendapatan PT Hotel Indonesia Natour (HIN) (Persero) tergerus sangat dalam akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun ini. Adapun, HIN menelan sejumlah penurunan mulai dari tingkat okupansi, tarif rata-rata harian dan selisih pendapatan kamar.

(Baca Juga: Rugi Dihajar Pandemi, Hotel BUMN Ini Beralih ke Jasa Laundry)

"Tahun ini tahun musibah buat HIN. Tadinya kita bermimpi tahun 2021 tahun keemasan di mana kinerja HIN meningkat tajam, tapi di Februari terjadi Covid-19," kata Direktur Utama PT HIN Iswandi Said dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Sambung Iswandi memaparkan, bahwa pada kuartal I 2020, tercatat okupansi hotel hanya 38,9%. Penurunan ini terjadi hampir setengahnya dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 61,6% .



Begitu juga dengan kuartal II yang semakin anjlok menjadi 26% di saat tahun lalu mereka mampu mencatatkan tingkat okupansi 66,1%. "Untuk kuartal III saat ini 27,3%. Kalau tahun lalu 68,9%," ujarnya.

(Baca Juga: PT HIN Tak Lagi Merugi, Komisaris Tekankan Fokus ke Pembenahan)

Selain itu room avenue atau selisih pendapatan kamar mereka juga tergerus. Pada kuartal I 2020 turun 37% dibanding kuartal I 2019. Lalu kembali turun hingga 65% pada kuartal II ini jika dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu.



Untuk kuartal III sendiri mereka mencatatkan penurunan 70% dengan kuartal III tahun lalu. "Padahal kuartal III ini hotel seharusnya sedang peak season tapi karena Covid-19, jadi kita catatan kerugian," tandasnya.
(akr)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top