Ayo IKM Tingkatkan Mutu Produk Agar Mampu Bertahan Saat Pandemi
Kamis, 24 September 2020 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah terus berupaya untuk memberikan iklim usaha yang semakin kondusif dan mendorong perkembangan industri furnitur melalui kebijakan investasi, kebijakan untuk mendorong daya saing, kebijakan untuk menjamin ketersediaan bahan baku, kebijakan untuk penerapan SNI bidang furnitur, serta telah dibangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal untuk meningkatkan penyediaan SDM yang terampil di bidang pengolahan kayu dan furnitur,” tandasnya.
Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan kesiapannya dalam mendukung program pemulihan ekonomi dan peningkatan daya saing IKM di masa pandemi COVID-19 melalui program-program peningkatan mutu produk IKM.
BBTPPI selama ini telah konsisten membimbing IKM yang tersebar di Jawa Tengah, seperti IKM Garam di Pati, Rembang, dan Demak, IKM Furnitur di Jepara, Solo, Blora, serta IKM Pangan diseluruh wilayah Jawa Tengah.
"Pada Bimtek ini, kami membimbing sejumlah 240 IKM. Diharapkan setelah mendapatkan pembimbingan ini, IKM tersebut mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memenuhi persyaratan mutu, serta menjadi pejuang-pejuang ditengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19,” jelas Ali.
Direktur IKM Pangan, Bahan dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sri Yunianti dalam pemaparannya, menyampaikan peluang dalam pemasaran produk IKM.
Menurut dia, market dalam negeri masih sangat besar, sedangkan produk impor juga harus bisa disubtitusi oleh produk-produk kita. Untuk itu, Kemenperin melalui akan memfasilitasi pemasarannya ke dalam platform digital yang mendunia, seperti Alibaba.
"Dalam hal ini, Kemenperin juga telah menyiapkan platform e-smart agar produk IKM bisa masuk ke pasar online serta bekerja sama dengan marketplace dalam negeri, di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia," papar Sri.
Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan kesiapannya dalam mendukung program pemulihan ekonomi dan peningkatan daya saing IKM di masa pandemi COVID-19 melalui program-program peningkatan mutu produk IKM.
BBTPPI selama ini telah konsisten membimbing IKM yang tersebar di Jawa Tengah, seperti IKM Garam di Pati, Rembang, dan Demak, IKM Furnitur di Jepara, Solo, Blora, serta IKM Pangan diseluruh wilayah Jawa Tengah.
"Pada Bimtek ini, kami membimbing sejumlah 240 IKM. Diharapkan setelah mendapatkan pembimbingan ini, IKM tersebut mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memenuhi persyaratan mutu, serta menjadi pejuang-pejuang ditengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19,” jelas Ali.
Direktur IKM Pangan, Bahan dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sri Yunianti dalam pemaparannya, menyampaikan peluang dalam pemasaran produk IKM.
Menurut dia, market dalam negeri masih sangat besar, sedangkan produk impor juga harus bisa disubtitusi oleh produk-produk kita. Untuk itu, Kemenperin melalui akan memfasilitasi pemasarannya ke dalam platform digital yang mendunia, seperti Alibaba.
"Dalam hal ini, Kemenperin juga telah menyiapkan platform e-smart agar produk IKM bisa masuk ke pasar online serta bekerja sama dengan marketplace dalam negeri, di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia," papar Sri.
(akr)
Lihat Juga :