Pulihkan Ekonomi, Sektor Pariwisata Jadi Perhatian
Jum'at, 25 September 2020 - 12:48 WIB
loading...
Sektor pariwisata yang paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja akan didorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi pemerintah untuk merumuskan kembali kebijakan transformasi ekonomi nasional. Meskipun dunia usaha terdampak secara luas, upaya pemulihan ekonomi di semua sektor dengan mengedepankan aspek kesehatan sebagai prioritas tetap menjadi fokus utama pemerintah.
(Baca Juga: Holding Aviasi dan Pariwisata Jadi Instrumen Pemulihan Ekonomi RI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan sektor pariwisata pun menjadi salah satu yang harus segera didorong untuk pemulihan. Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja.
"Bahkan jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010. Untuk mendorong pemulihannya, sejumlah strategi dan program pun dirumuskan," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Dia mengatakan, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dapat dilakukan dengan membuat gelaran. Nantinya, belanja akan digunakan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata.
(Baca Juga: Holding Aviasi dan Pariwisata Jadi Instrumen Pemulihan Ekonomi RI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan sektor pariwisata pun menjadi salah satu yang harus segera didorong untuk pemulihan. Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja.
"Bahkan jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010. Untuk mendorong pemulihannya, sejumlah strategi dan program pun dirumuskan," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Dia mengatakan, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dapat dilakukan dengan membuat gelaran. Nantinya, belanja akan digunakan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata.
Lihat Juga :