Kurangi Risiko Covid-19 di Angkutan Umum, Kemenhub Luncurkan E-Tiketing dan Aplikasi Trans
Senin, 28 September 2020 - 21:57 WIB
loading...
Ilustrasi penumpang bus. Foto/Dok SINDOphoto/Ramadhan Adiputra
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan sistem e-tiketing dan aplikasi lacak trans untuk masyarakat pengguna transportasi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan dengan adanya sistem tersebut dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di sarana dan prasarana transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek.
“Dengan penggunaan teknologi ini, kita harapkan dapat mengurangi risiko tertular Covid-19 salah satunya dengan menggunakan sistem E-tiketing dan aplikasi lacak Trans. Sistem ini harus segera kita terapkan dalam penggunaan angkutan umum,” ujar Menhub Budi Karya, memberikan sambutan di Terminal Jatijajar, Depok, Senin (28/9/2020). (Baca juga: Sektor Transportasi Anjlok 30% Dihantam Pandemi, Menhub Dapat Kabar Baik )
Menhub Budi Karya menjelaskan, di tengah pandemi seperti ini pemerintah dan masyarakat harus bisa beradaptasi dengan tatanan kebiasaan baru yaitu mengoptimalisasikan teknologi.
Pasalnya, transportasi atau angkutan umum digunakan oleh orang banyak sehingga perlu penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat salah satunya dengan memulai sistem berbasis teknologi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan dengan adanya sistem tersebut dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di sarana dan prasarana transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek.
“Dengan penggunaan teknologi ini, kita harapkan dapat mengurangi risiko tertular Covid-19 salah satunya dengan menggunakan sistem E-tiketing dan aplikasi lacak Trans. Sistem ini harus segera kita terapkan dalam penggunaan angkutan umum,” ujar Menhub Budi Karya, memberikan sambutan di Terminal Jatijajar, Depok, Senin (28/9/2020). (Baca juga: Sektor Transportasi Anjlok 30% Dihantam Pandemi, Menhub Dapat Kabar Baik )
Menhub Budi Karya menjelaskan, di tengah pandemi seperti ini pemerintah dan masyarakat harus bisa beradaptasi dengan tatanan kebiasaan baru yaitu mengoptimalisasikan teknologi.
Pasalnya, transportasi atau angkutan umum digunakan oleh orang banyak sehingga perlu penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat salah satunya dengan memulai sistem berbasis teknologi.
Lihat Juga :