14 BUMN Akan Dilikuidasi
Rabu, 30 September 2020 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi Pak Erick memang mengatakan, kita daripada ngomongin superhoding, saat ini memperkuat holding yang ada dulu. Kenapa? Tujuan adalah supply chain. Setelah kuat kita lihat apakah ada kebutuhan superholding,” tandasnya.
Kendati demikian, Kementerian BUMN terus menggodok pembentuk subholding BUMN. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk membawa BUMN menjadi perusahaan modern sekaligus lebih relevan dengan perkembangan.
Di bawah kendali Menteri BUMN Erick Thohir, pembentukan subholding BUMN ditarget bisa rampung dalam waktu dua tahun ke depan. Hingga kini Kementerian BUMN terus melakukan konsolidasi untuk merampungkan target tersebut. (Baca juga: Fahri Hamzah Dorong Fadli Zon Ungkap Sejarah Komunis dan PKI)
Arya Sinulingga mengatakan target dua tahun untuk merampungkan subholding perseroan plat merah tercatat cukup cepat. Bila mantan Menteri BUMN Rini Soemarno membutuhkan waktu lima tahun untuk membentuk tiga subholding, maka tim di bawah komando Erick Thohir hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan tugas subholding.
Dia menjelaskan, di sektor perbankan dalam waktu dekat ditargetkan subholding bank syariah akan segera rampung. “Bank syariah ini lagi proses penggabungan juga. Jadi bank syariah yang ada di beberapa perbankan itu akan digabungkan jadi satu bank syariah BUMN . Ini lagi disatukan,” ungkap Arya.
Selain perampungan holding perbankan syariah, Kementerian BUMN juga tengah menggodok subholding di bidang pariwisata dan maskapai penerbangan, perhotelan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga sektor energi dan pertambangan.
“Properti dan perhotelan lagi kita hitung. Ini kita temukan, akan dilakukan efisiensi seperti itu. Yang tadi dalam konsep terdekat bank syariah dan perhotelan kita lagi ukur. Untuk pertambangan kita sekarang konsolidasinya sangat kuat dan ini dibawa Mining Industry Indonesia (MIND ID). Dan, MIND ID akan jadi, kemudian akan terlepas dari Inalum, dia berdiri sendiri,” katanya. (Baca juga: Saatnya Menjadi Tuan rumah Industri Halal)
Kendati demikian, Kementerian BUMN terus menggodok pembentuk subholding BUMN. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk membawa BUMN menjadi perusahaan modern sekaligus lebih relevan dengan perkembangan.
Di bawah kendali Menteri BUMN Erick Thohir, pembentukan subholding BUMN ditarget bisa rampung dalam waktu dua tahun ke depan. Hingga kini Kementerian BUMN terus melakukan konsolidasi untuk merampungkan target tersebut. (Baca juga: Fahri Hamzah Dorong Fadli Zon Ungkap Sejarah Komunis dan PKI)
Arya Sinulingga mengatakan target dua tahun untuk merampungkan subholding perseroan plat merah tercatat cukup cepat. Bila mantan Menteri BUMN Rini Soemarno membutuhkan waktu lima tahun untuk membentuk tiga subholding, maka tim di bawah komando Erick Thohir hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan tugas subholding.
Dia menjelaskan, di sektor perbankan dalam waktu dekat ditargetkan subholding bank syariah akan segera rampung. “Bank syariah ini lagi proses penggabungan juga. Jadi bank syariah yang ada di beberapa perbankan itu akan digabungkan jadi satu bank syariah BUMN . Ini lagi disatukan,” ungkap Arya.
Selain perampungan holding perbankan syariah, Kementerian BUMN juga tengah menggodok subholding di bidang pariwisata dan maskapai penerbangan, perhotelan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga sektor energi dan pertambangan.
“Properti dan perhotelan lagi kita hitung. Ini kita temukan, akan dilakukan efisiensi seperti itu. Yang tadi dalam konsep terdekat bank syariah dan perhotelan kita lagi ukur. Untuk pertambangan kita sekarang konsolidasinya sangat kuat dan ini dibawa Mining Industry Indonesia (MIND ID). Dan, MIND ID akan jadi, kemudian akan terlepas dari Inalum, dia berdiri sendiri,” katanya. (Baca juga: Saatnya Menjadi Tuan rumah Industri Halal)
Lihat Juga :