Erick Thohir Likuidasi 14 BUMN, Tiga Perseroan 'Sakit' Ini Masuk Daftar?
Rabu, 30 September 2020 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
Adapun rincian perseroan plat merah yang masuk dalam pembagian empat kelompok ini antara lain. Pertama, surplus creators diantaranya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI, PT Bank Mandiri (Persero), PT Semen Indonesia, Mind.id, Indonesia Port Corporation (IPC), PT Krakatau Steel, PT Len Industri (Persero), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Waskita Karya (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero).
Kedua, strategic value. Yang kelompok ini adalah PT Bank BTN (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom, PT Bank BRI (Persero), PT Pertamina (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Biofarma (Persero). Kelompok ini bertugas mengumpulkan uang bagi negara. (Baca juga: Terapkan Industri Hijau, 15 Perusahaan Bakal Nikmati Fasilitas Pembiayaan )
Ketiga, welfare creators. BUMN yang masuk kelompok ini adalah PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Damri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kelompok ini bertugas memaksimalkan pelayanan publik atau sosial.
Keempat, dead-weight kelompok ini, kata Arya, akan dibubarkan karena tidak lagi menghasilkan nilai ekonomi dan layanan publik. "Gak bisa diapa-apain lagi. Pilihannya dilebur, dibubarkan," tukasnya.
Kedua, strategic value. Yang kelompok ini adalah PT Bank BTN (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom, PT Bank BRI (Persero), PT Pertamina (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Biofarma (Persero). Kelompok ini bertugas mengumpulkan uang bagi negara. (Baca juga: Terapkan Industri Hijau, 15 Perusahaan Bakal Nikmati Fasilitas Pembiayaan )
Ketiga, welfare creators. BUMN yang masuk kelompok ini adalah PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Damri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kelompok ini bertugas memaksimalkan pelayanan publik atau sosial.
Keempat, dead-weight kelompok ini, kata Arya, akan dibubarkan karena tidak lagi menghasilkan nilai ekonomi dan layanan publik. "Gak bisa diapa-apain lagi. Pilihannya dilebur, dibubarkan," tukasnya.
(ind)
Lihat Juga :