Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Selasa, 05 Mei 2020 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
"Ini jauh turun jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Apalagi ada kenaikan biaya konsumsi rumah tangga selama Covid-19 dan biaya produksi," ujar Kusnan.
Sementara itu, Henry melanjutkan untuk NTP tanaman perkebunan April, berada di 100,82 turun 2,48 dari bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari kondisi petani SPI di lapangan.
"Misalnya petani karet anggota SPI di Kabupaten Tebo. Bulan ini, harga karet per kilogram berada di kisaran Rp4.800-Rp5.400. Harga Rp5.400 hanya untuk kualitas yang bagus. Sementara bulan sebelumnya harga masih bisa mencapai Rp6.200 per kilogram," jelasnya.
Henry melanjutkan, hal serupa juga dialami petani SPI yang berladang sawit. "Di Riau, di basis-basis SPI, harga tandan buah segar (TBS) sawit terus menurun. Pertama harga di petani turun Rp30 dari Rp1.150 per kg menjadi Rp1.120 per kg, selanjutnya turun lagi dari Rp1.120 per kg," jelasnya.
Henry meneruskan, penurunan juga terjadi di petani yang menanam tanaman hortikultura. NTP hortikultura April 2020 turun menjadi 102.28 dari 103.50 di bulan sebelumnya. Penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani disebakan turunnya harga berbagai komoditas pada kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas cabai merah dan cabai rawit) sebesar 1,71%.
"Dari basis SPI di Cibeureum, Bogor, Jawa Barat, harga tanaman sayuran mengalami penurunan seperti bayam, kangkung, sawi, dari yang biasanya harga per satu ikat (250 gram) Rp1.500, sebulan ini turun menjadi Rp1.000 per ikat," jelasnya.
Sementara itu, Henry melanjutkan untuk NTP tanaman perkebunan April, berada di 100,82 turun 2,48 dari bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari kondisi petani SPI di lapangan.
"Misalnya petani karet anggota SPI di Kabupaten Tebo. Bulan ini, harga karet per kilogram berada di kisaran Rp4.800-Rp5.400. Harga Rp5.400 hanya untuk kualitas yang bagus. Sementara bulan sebelumnya harga masih bisa mencapai Rp6.200 per kilogram," jelasnya.
Henry melanjutkan, hal serupa juga dialami petani SPI yang berladang sawit. "Di Riau, di basis-basis SPI, harga tandan buah segar (TBS) sawit terus menurun. Pertama harga di petani turun Rp30 dari Rp1.150 per kg menjadi Rp1.120 per kg, selanjutnya turun lagi dari Rp1.120 per kg," jelasnya.
Henry meneruskan, penurunan juga terjadi di petani yang menanam tanaman hortikultura. NTP hortikultura April 2020 turun menjadi 102.28 dari 103.50 di bulan sebelumnya. Penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani disebakan turunnya harga berbagai komoditas pada kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas cabai merah dan cabai rawit) sebesar 1,71%.
"Dari basis SPI di Cibeureum, Bogor, Jawa Barat, harga tanaman sayuran mengalami penurunan seperti bayam, kangkung, sawi, dari yang biasanya harga per satu ikat (250 gram) Rp1.500, sebulan ini turun menjadi Rp1.000 per ikat," jelasnya.
Lihat Juga :