Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi

Selasa, 05 Mei 2020 - 19:11 WIB
loading...
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Tukar Petani pada April 2020 turun 1,73% dibandingkan NTP Maret 2020, yaitu dari 102,09 menjadi 100,32. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2020 turun 1,73% dibandingkan NTP Maret 2020, yaitu dari 102,09 menjadi 100,32.

Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 1,64%, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,10%. Penurunan NTP ini diikuti dengan naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani.

Konsumsi rumah tangga petani merupakan salah satu komponen nilai yang dibayar oleh petani. Secara nasional, pada April 2020, IKRT naik 0,11% sebagai dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19, terkhusus makanan, minuman, komunikasi, kebutuhan rutin dan jasa lainnya

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, posisi NTP April di 100,32 ini hanya sedikit berada di atas angka 100 yang menjadi standar impas petani, sekaligus rendahnya daya beli petani dan kesejahteraannya.

"NTP pangan berada di 100,38. Laporan petani anggota kita di berbagai wilayah juga menunjukkan penurunan," kata Henry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Dari Tuban, Jawa Timur, Kusnan selaku petani anggota SPI menjelaskan, pada akhir April 2020, harga Gabah Kering Panen (GKP) berada di Rp4.350 dan Gabah Kering Giling (GKG) di Rp5.350 per kilogram.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rupiah Naik Tipis ke...
Rupiah Naik Tipis ke Rp17.387 per Dolar AS, Sentimen Ini Jadi Penguat
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
Teknologi Perlindungan...
Teknologi Perlindungan Tanaman Bermekanisme Ganda Diperkenalkan kepada Petani
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Rekomendasi
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved