Bisnis Brand Mewah di Asia Naik Signifikan
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
“China daratan merupakan tempat dalam kekuatan membeli,” kata Mauro Maggioni, CEO Asia Pasifik Golden Goose yang memiliki 21 tokoh di China, seperti dilansir Reuters. Mereka membuka kembali situs e-commerce di China pada bulan lalu dan berencana membuka butik baru di Hainan. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)
Laporan perusahaan analisis keuangan dan pemasaran McKinsey & Company menyatakan, China menguasai separuh dari belanja produk mewah pada 2020 atau mengalami peningkatan 37% bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu dikarenakan tidak adanya wisatawan China ke luar negeri sehingga terjadi mereka mendominasi dua pertiga belanja produk mewah.
Total penjualan produk mewah dalam analisis konsultan pemasaran Bain mengalami penurunan 35% dari tahun lalu yang mencapai USD300 miliar. Adapun laporan Savills menyebutkan, produk kosmetik mewah mengalami kenaikan tajam hingga 8% pada semester pertama 2020. Menariknya, jumlah butik produk mewah juga mengalami peningkat 4%.
“Saya melihat potensi pertumbuhan pasar China yang terus meningkat,” kata Deputi Chairman Executive Ferragamo Michele Norsa. Produsen sepatuh mewah itu di saat bersamaan sedang mengkaji penutupan butik mereka di Eropa dan akan membuka lebih banyak di China.
Dengan meningkatnya tuntutan belanja domestik, Pemerintah China juga mendorong rakyatnya belanja di dalam negeri. Mereka memotong tarif impor dan memudahkan produk mewah masuk ke China. Selain itu Pemerintah China juga memperbolehkan belanja di duty-free dari 30.000 yuan menjadi 100.000 yuan. (Baca juga:Penggunaan Masker Kurangi Resiko Tertular Covid-19)
Diminati Kaum Muda
Laporan perusahaan analisis keuangan dan pemasaran McKinsey & Company menyatakan, China menguasai separuh dari belanja produk mewah pada 2020 atau mengalami peningkatan 37% bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu dikarenakan tidak adanya wisatawan China ke luar negeri sehingga terjadi mereka mendominasi dua pertiga belanja produk mewah.
Total penjualan produk mewah dalam analisis konsultan pemasaran Bain mengalami penurunan 35% dari tahun lalu yang mencapai USD300 miliar. Adapun laporan Savills menyebutkan, produk kosmetik mewah mengalami kenaikan tajam hingga 8% pada semester pertama 2020. Menariknya, jumlah butik produk mewah juga mengalami peningkat 4%.
“Saya melihat potensi pertumbuhan pasar China yang terus meningkat,” kata Deputi Chairman Executive Ferragamo Michele Norsa. Produsen sepatuh mewah itu di saat bersamaan sedang mengkaji penutupan butik mereka di Eropa dan akan membuka lebih banyak di China.
Dengan meningkatnya tuntutan belanja domestik, Pemerintah China juga mendorong rakyatnya belanja di dalam negeri. Mereka memotong tarif impor dan memudahkan produk mewah masuk ke China. Selain itu Pemerintah China juga memperbolehkan belanja di duty-free dari 30.000 yuan menjadi 100.000 yuan. (Baca juga:Penggunaan Masker Kurangi Resiko Tertular Covid-19)
Diminati Kaum Muda
Lihat Juga :