Pacu Ekonomi, Jokowi Kebut Bantuan Modal Kerja

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 07:35 WIB
loading...
Pacu Ekonomi, Jokowi...
Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan pidato saat menyerahkan bantuan modal kerja (BMK) bagi para pelaku usaha mikro dan kecil di Labuan Bajo, NTT, kemarin. Foto/Setpres
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya memacu kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bangkit, meski pandemi Covid-19 belum berhenti. Untuk mendongkrak usaha mereka pemerintah mengucurkan bantuan modal kerja (BMK) .

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, lewat kucuran ini para usahawan diharapkan terus bertahan dan bangkit. Situasi ekonomi saat ini, diakui Jokowi, sangat sulit. Untuk itu, dia meminta para pelaku usaha tidak gampang menyerah, kendati pendapatan menurun drastis. (Baca: Berikut beberapa Doa Memohon Diberi Kelancaran Rezeki)

Bahkan, menurut Jokowi, berapapun keuntungan yang didapat dalam situasi sulit seperti ini harus disyukuri. “Usaha gede-gede saja banyak yang tutup, usaha menengah juga banyak yang tutup, PHK. Kalau masih ada keuntungan yang ibu sampaikan tadi, patut kita syukuri, berapa pun. Tapi, jangan sampai kita ini tutup,” kata Jokowi saat berdialog dengan para pelaku usaha mikro dan kecil penerima BMK di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Saat berdialog dengan Presiden, salah seorang pedagang mengaku sedang membutuhkan modal Rp50.000 untuk memulai usahanya. Saat menjawab keluhan tersebut, Jokowi mengatakan, pemerintah memahami keadaan yang pelik dialami para pelaku usaha saat ini.

Namun dengan adanya bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta, dia mewanti-wanti agar bantuan pemerintah itu bisa dimanfaatkan dengan baik. “Jadi kalau tadi ibu modalnya Rp50.000 sekarang dapat Rp2,4 juta. Awas, saya datang nanti ke toko ibu ya. Nanti harus sudah dagangan lebih banyak,” pintanya. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)

Jokowi pun sempat mengingatkan agar bantuan tidak digunakan untuk membeli handphone atau hal-hal konsumtif lain seperti mencicil angsuran sepeda motor. “Kapan-kapan saya bisa mampir ke tempat bapak/ibu sekalian untuk melihat, ohu sahanya sudah berkembang lebih baik. Itu yang kita inginkan dari (usaha) mikro, bisa menjadi kecil, yang kecil bisa menjadi menengah,” katanya.

Presiden menjelaskan, jika sebuah usaha sudah tutup saat pandemi ini, kemungkinannya akan sulit untuk memulainya kembali. Untuk itu, Jokowi meminta agar para pedagang tetap mempertahankan usahanya, meski keuntungannya kecil. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku bahwa kondisi saat ini memang tidak gampang untuk usaha apapun karena pandemi dialami 215 negara.

Kondisi diharapkan akan membaik jika vaksinasi mulai dilakukan. Jika keadaan akan kembali normal, pariwisata dan hotel-hotel Labuan Bajo juga bisa hidup kembali. “Toko-toko ibu akan mulai kedatangan pembeli sebanyak pada saat sebelum kita pandemi atau mungkin lebih baik. Keadaannya akan seperti itu. Sekali lagi, pertahankan usaha yang sudah ada, jangan sampai tutup,” harapnya.

Target Tahap Pertama Selesai

Saat meninjau sejumlah pengembangan prasarana di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Jokowi berharap penataan kawasan ini rampung pada akhir 2020. Di lokasi tersebut ada beberapa penataan yang dilakukan. Dari pembangunan dan penataan jalan, jalur untuk pedestrian, tepi pantai, serta drainase pendukung. “Kami harapkan tahapan yang pertama akan selesai pada akhir 2020. Kemudian tahapan kedua akan selesai 2021,” katanya. (Baca juga: Penggunaan Masker Kurangi Resiko Tertular Covid-19)

Jokowi juga sempat meninjau sejenak kawasan Pelabuhan Labuan Bajo. Kunjungan berlanjut dengan peninjauan kawasan dan sarana gedung di Batu Cermin. Kegiatan penataan di lokasi tersebut telah dimulai pelaksanaannya pada 16 Maret 2020. Saat ini perkembangan penataan telah mencapai 47% dan akan terus berproses ke depannya.

Jokowi juga menyempatkan untuk meninjau proyek pembangunan terminal multifungsi di daerah Wae Kelambu. Terminal tersebut nantinya fokus dan diperuntukkan mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas kapal.

Di Bali, pandemi yang berkepanjangan benar-benar membuat industri pariwisata hampir kolaps. Tercatat sudah ada 532 perusahaan yang bergerak di pariwisata tutup. “Kebanyakan adalah hotel, vila dan restoran,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung Ida Bagus Oka Dirga, kemarin.

Dia menjelaskan, angka itu merupakan data per Juli 2020. Hingga akhir September, tentu jumlahnya bertambah seiring masuknya laporan sejumlah perusahaan yang melakukan langkah serupa.

Selain hotel, vila dan restoran, tempat usaha lainnya yang juga menutup operasionalnya adalah biro perjalanan wisata, art shop atau toko oleh-oleh, penukaran uang dan masih banyak lagi. (Baca juga: Navalny Sebut Putin Berada di Balik Peracunan Dirinya)

Menurut Dirga, penutupan itu telah berdampak pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). “Ada 1.551 yang di PHK dan yang dirumahkan 42.409 orang,” ungkapnya.

Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah seiring pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. “Kita cuma bisa berdoa semoga cepat pulih,” harap Dirga.

Hingga kini, pariwisata Bali masih ditutup bagi kunjungan wisatawan asing. Rencana membuka pariwisata untuk turis asing pada 11 September lalu dibatalkan karena masih tingginya kasus Covid-19.

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mendukung produktivitas dunia usaha dalam negeri dengan berupaya menekan dampak pandemi terhadap dunia usaha melalui sejumlah insentif, seperti fiskal atas impor barang dan bahan untuk proses produksi barang jadi berupa fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP).

“Saya men dorong pemerintah dapat menciptakan kembali lapangan pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini dan memberikan sejumlah stimulus berupa modal kerja bagi pengusaha,” desaknya. (Lihat videonya: Harga Tes Swab Akan Segera Dievaluasi)

Dengan cara itu, jumlah pengangguran di Indonesia bisa dikurangi. Mantan Ketua DPR ini meminta pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) berupaya keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas ekonomi yang terus mengalami perlambatan sejak pandemi menyebar. (Dita Angga/Abdul Rochim/M Chusna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat UMKM dan Pekerja...
Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia, ILO Dorong Inklusi Keuangan
Memperkuat Jantung Ekonomi...
Memperkuat Jantung Ekonomi Bangsa: Kisah Sukses UMKM di Jatim Fest 2025
UMKM Binaan PERURI Berprestasi,...
UMKM Binaan PERURI Berprestasi, Pembinaan Berkualitas Unggul Berbuah Penghargaan
Danantara Bakal Suntik...
Danantara Bakal Suntik Modal ke BUMN Sakit, Asal...
Jaringan Ekonomi Kreatif...
Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia Berbagi Modal ke Usaha Kecil Mikro
Tak Hanya Beri Modal,...
Tak Hanya Beri Modal, Lembaga Ini Bantu Pengadaan Air Minum untuk Warga Gili Ketapang
Pendampingan PNM Berperan...
Pendampingan PNM Berperan Majukan Usaha Ibu-ibu Prasejahtera dari Sabang-Merauke
50 Perempuan Tegal Dapat...
50 Perempuan Tegal Dapat Bantuan Modal Usaha dari Sandiaga Uno
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas UMKM, Pedagang Warung di Indonesia Dapat Perlindungan Usaha
Rekomendasi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Team RS–Telkomsel...
Team RS–Telkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved