Disambangi Jokowi, Brantas Abipraya Siap Dongkrak Pariwisata di Labuan Bajo Lewat Karya
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 12:19 WIB
loading...
Bambang E. Marsono, Direktur Utama Brantas Abipraya sedang memberikan paparan penjelasan konsep desain penataan _waterfront_ di Pantai Marina Bukit Pramuka, Labuan Bajo kepada Presiden Joko Widodo. (1/10/2020))
A
A
A
LABUAN BAJO - Presiden Joko Widodo berkunjung ke Labuan Bajo untuk meninjau progres pengembangan kawasan wisata (1/10/2020). Digadang akan menjadi destinasi super premium, PT Brantas Abipraya turut berkontribusi dengan melakukan pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu dan Penataan Kawasan Strategis Nasional (KSPN) di Kawasan Pantai Marina, Bukit Pramuka. Kedua proyek yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), garapan Brantas Abipraya ini pun tak luput dari kunjungan Presiden.
Dalam kunjungannya ke dua proyek garapan Brantas Abipraya yang turut mendukung pengembangan kawasan wisata di Labuan Bajo, Jokowi didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian dan Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Gubernur NTT. Sedangkan perwakilan dari Brantas Abipraya, turut hadir Bambang E. Marsono selaku Direktur Utama.
“Ini salah satu bentuk komitmen kami, menunjukkan BUMN selalu hadir untuk Indonesia dengan turut berperan mengembangkan pariwisata Labuan Bajo. Selain pengerjaan Terminal multifungsi, kami (Brantas Abipraya) kami juga akan menata kawasan wisata di Pantai Marina. Walau sedang pandemi, kami pastikan pekerjaan ini akan selesai tepat waktu,” ujar Bambang E. Marsono.
Bambang, atau yang akrab disapa dengan Bem ini menambahkan, menjadi salah satu proyek unggulan Presiden Joko Widodo, Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo ini adalah bagian dari revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo. Ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, nantinya terminal ini akan memberikan wajah baru bagi Pelabuhan Labuan Bajo. Selain menjadi lalu lintas logistik, terminal ini juga akan menjadi bongkar muat kontainer dan kargo sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.
Di hari yang sama, Jokowi juga menyempatkan diri meninjau proyek Penataan KSPN di Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka. Untuk pengerjaan proyek ini, Bem sampaikan bahwa akan memakan waktu hingga 15 bulan, sehingga ditargetkan selesai pada Desember 2021. Proyek ini merupakan salah satu pekerjaan yang akan mewujudkan Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city.
Dalam kunjungannya ke dua proyek garapan Brantas Abipraya yang turut mendukung pengembangan kawasan wisata di Labuan Bajo, Jokowi didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian dan Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Gubernur NTT. Sedangkan perwakilan dari Brantas Abipraya, turut hadir Bambang E. Marsono selaku Direktur Utama.
“Ini salah satu bentuk komitmen kami, menunjukkan BUMN selalu hadir untuk Indonesia dengan turut berperan mengembangkan pariwisata Labuan Bajo. Selain pengerjaan Terminal multifungsi, kami (Brantas Abipraya) kami juga akan menata kawasan wisata di Pantai Marina. Walau sedang pandemi, kami pastikan pekerjaan ini akan selesai tepat waktu,” ujar Bambang E. Marsono.
Bambang, atau yang akrab disapa dengan Bem ini menambahkan, menjadi salah satu proyek unggulan Presiden Joko Widodo, Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo ini adalah bagian dari revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo. Ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, nantinya terminal ini akan memberikan wajah baru bagi Pelabuhan Labuan Bajo. Selain menjadi lalu lintas logistik, terminal ini juga akan menjadi bongkar muat kontainer dan kargo sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.
Di hari yang sama, Jokowi juga menyempatkan diri meninjau proyek Penataan KSPN di Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka. Untuk pengerjaan proyek ini, Bem sampaikan bahwa akan memakan waktu hingga 15 bulan, sehingga ditargetkan selesai pada Desember 2021. Proyek ini merupakan salah satu pekerjaan yang akan mewujudkan Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city.