PLN Oversupply Pembangkit Listrik? Pengamat Beberkan Penyebabnya

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 22:08 WIB
loading...
A A A
"Peningkatan beban usaha karena pembangkit listrik dari swasta yang masuk mulai tahun ini hingga 2024, itu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan kalau dengan APP (Alat pengukur dan pembatas) listrik swasta, kontrak PLN itu kan istilahnya pakai ataupun nggak pakai (tetap) harus bayar, jadi kalau misalnya take orbe-nya itu kapasitas 85 persen dan ini rata-rata di atas 80 persen take orbe untuk thermal PLN," kata dia.

Ketiga adalah, proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang dilaksanakan sejak 2015 lalu. Fabby menilai, jika seluruh proyek pembangkit listrik benar-benar terealisasi pada tahun ini, maka dipastikan PLN mengalami kelebihan pasokan.

Dia mengutarakan, sejak 2014-2015 lalu ketika program 35.000 MW diluncurkan, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 7 persen. Proyeksi itu diiringi oleh angka pertumbuhan permintaan listriknya yang ditargetkan 8 persen. Meski begitu, realisasi tersebut tidak terealisasi.

"Oleh karena itu, dibuat program 35.000 MW untuk memastikan agar kita kekurangan listrik karena sebelumnya, atau sebelum 2015 bayam daerah yang mengalami defisit listrik, itu kemudian dibuat program 35.00 MW kemudian dibangun dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 7 persen, tapi rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 5 persen," ungkapnya.

Untuk diketahui, telah beredar surat atas nama Menteri BUMN Erick Thohir yang ditujukan kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif, dengan isi berupa permintaan dukungan kinerja operasional PT PLN.

Disebutkan dalam surat tersebut, untuk memulihkan PLN dari dampak pandemi, maka Kementerian BUMN memohon agar Kementerian ESDM dapat mendorong pelaku usaha untuk menggunakan jasa PLN serta melakukan penyesuaian RUPTL 2020-2029.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Blackout Sumatera Harus...
Blackout Sumatera Harus Jadi Alarm Penguatan Transmisi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Rekomendasi
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik, Beckham Putra Tulis Pesan Motivasi
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Jadwal Pembelian Token...
Jadwal Pembelian Token Listrik PLN Diskon 50 Persen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved