GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis
Senin, 05 Oktober 2020 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Agus berharap, dengan skenario jangka pendek kinerja PHM bisa mencapai target dalam RKAP. "Alhamdulillah, sepanjang Januari- September 2020, secara umum PHM dapat menjaga level produksi sesuai proyeksi," ujarnya.
Hingga kuartal III/2020, PHM membukukan produksi gas 606 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101% terhadap RKAP 2020 maupun RKAP Revisi 2020. Sedangkan produksi minyak tercatat 29.600 barel per hari (BOPD) atau 104% dari target dalam RKAP 2020 dan 102% terhadap RKAP Revisi 2020. "Kami berharap pada kuartal IV nanti produksi akan bertambah sehingga secara keseluruhan diharapkan menjadi lebih baik," imbuhnya.
(Baca Juga: Lampaui Target, Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Bisa Capai USD6,74 M)
Sedangkan lifting gas hingga akhir September 2020 tercatat 585 MMSCFD atau 119% dari RKAP 2020 atau 103% dari RKAP revisi 2020. Sedangkan lifting minyak 28.300 BOPD atau 98% dari target dalam RKAP 2020 dan 97% RKAP Revisi 2020. Realisasi lifting gas PHM tersebut sejalan dengan target RKAP reivisi berkat penambahan spot kargo pada Juni. Selain itu, peningkatan alokasi domestik setelah penundaan aliran Marakesh hingga 2021.
"Untuk lifting minyak memang masih lebih rendah dari target RKAP karena masih ada carry over lifting yang rencananya dilakukan setelah permintaan minyak dari kilang yang rendah pada Mei," ujarnya.
Hingga kuartal III/2020, PHM membukukan produksi gas 606 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101% terhadap RKAP 2020 maupun RKAP Revisi 2020. Sedangkan produksi minyak tercatat 29.600 barel per hari (BOPD) atau 104% dari target dalam RKAP 2020 dan 102% terhadap RKAP Revisi 2020. "Kami berharap pada kuartal IV nanti produksi akan bertambah sehingga secara keseluruhan diharapkan menjadi lebih baik," imbuhnya.
(Baca Juga: Lampaui Target, Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Bisa Capai USD6,74 M)
Sedangkan lifting gas hingga akhir September 2020 tercatat 585 MMSCFD atau 119% dari RKAP 2020 atau 103% dari RKAP revisi 2020. Sedangkan lifting minyak 28.300 BOPD atau 98% dari target dalam RKAP 2020 dan 97% RKAP Revisi 2020. Realisasi lifting gas PHM tersebut sejalan dengan target RKAP reivisi berkat penambahan spot kargo pada Juni. Selain itu, peningkatan alokasi domestik setelah penundaan aliran Marakesh hingga 2021.
"Untuk lifting minyak memang masih lebih rendah dari target RKAP karena masih ada carry over lifting yang rencananya dilakukan setelah permintaan minyak dari kilang yang rendah pada Mei," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :