Terbongkar!, Ini Penyebab Harga BBM Pertamina Mahal
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:19 WIB
loading...
PT Pertamina mengungkapkan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksinya lebih mahal dibandingkan lainnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina mengungkapkan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksinya lebih mahal dibandingkan lainnya. Hal ini dikarenakan kapasitas kilang yang mampu mengolah BBM masih terbatas.
(Baca Juga: Halo Pertamina! Mulan Jameela Usul Nih, Harga Pertamax Dibikin Murah Kayak Premium )
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, minyak mentah yang bisa diolah di kilang Pertamina jumlahnya hanya 3% dari pasokan dunia. "Perlu dipahami ketika bicara tentang kondisi hari ini, crude yang bisa diolah di kilang kita terbatas 3% dari crude dunia. Ini sebabkan harga yang lebih tinggi," ujar Nicke dalam video virtual, Senin (5/10/2020).
Lantaran hal itu, ditekankan olehnya bahwa Pertamina akan memperbarui kilang minyak. Ditambah dikarenakan beberapa kilang minyak sudah berusia tua dan kapasitas pengolahannya pun terbilang kecil.
"Pertamina saat ini memiliki program refinery development program (RDMP) atau moderenisasi kilang existing serta grass root refinary (GSS) atau pembangunan kilang baru," katanya.
(Baca Juga: Halo Pertamina! Mulan Jameela Usul Nih, Harga Pertamax Dibikin Murah Kayak Premium )
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, minyak mentah yang bisa diolah di kilang Pertamina jumlahnya hanya 3% dari pasokan dunia. "Perlu dipahami ketika bicara tentang kondisi hari ini, crude yang bisa diolah di kilang kita terbatas 3% dari crude dunia. Ini sebabkan harga yang lebih tinggi," ujar Nicke dalam video virtual, Senin (5/10/2020).
Lantaran hal itu, ditekankan olehnya bahwa Pertamina akan memperbarui kilang minyak. Ditambah dikarenakan beberapa kilang minyak sudah berusia tua dan kapasitas pengolahannya pun terbilang kecil.
"Pertamina saat ini memiliki program refinery development program (RDMP) atau moderenisasi kilang existing serta grass root refinary (GSS) atau pembangunan kilang baru," katanya.
Lihat Juga :