Fokus pada Subtansi, Kunci Sukses di Industri Migas
Rabu, 07 Oktober 2020 - 19:07 WIB
loading...
Karakter kuat yang didukung dengan kompetensi dan trustworthy dinilai menjadi kunci sukses di industri migas yang berisiko tinggi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Industri eksplorasi minyak dan gas (migas) yang penuh risiko dan berbiaya besar dapat dikelola dengan baik jika didukung dengan penguasaan teknologi dan pemahaman yang baik terhadap aspek komersialnya. Sejumlah proyek strategis di PGN yang dikerjakan dengan mengedepankan aspek teknologi dan komersial berhasil mendorong adanya efisiensi triliunan rupiah dana perusahaan.
Hal itu dipaparkan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertema "Strategi Mengoptimalkan Profesional Brand" yang digelar mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sepuluh Nopember Surabaya (FT ITS), akhir pekan lalu.
Arcandra yang juga Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan, ada dua aspek utama yang biasanya menjadi subyek dari setiap proyek migas, yaitu teknologi dan komersial. "Jika dua aspek itu dijadikan sebagai patokan utama dalam membangun dan mengembangkan sebuah proyek, Inshaa Allah hasilnya akan optimal dan memberi manfaat luas ke masyarakat. Proyek pipa minyak PGN di Riau bisa dihemat Rp2,1 triliun dan ada beberapa proyek lagi yang penghematannya juga sangat besar," jelasnya di akun Instagram @arcandra.tahar, Rabu (7/10/2020).
(Baca Juga: Menjaga Keberlangsungan Industri Migas di Tengah Pandemi Covid-19)
Lebih lanjut Arcandra menuturkan, untuk berhasil menjadi profesional di industri, seperti halnya industri migas, maka seseorang harus memiliki karakter kuat yang didukung dengan kompetensi dan trustworthy.
Hal itu dipaparkan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertema "Strategi Mengoptimalkan Profesional Brand" yang digelar mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sepuluh Nopember Surabaya (FT ITS), akhir pekan lalu.
Arcandra yang juga Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan, ada dua aspek utama yang biasanya menjadi subyek dari setiap proyek migas, yaitu teknologi dan komersial. "Jika dua aspek itu dijadikan sebagai patokan utama dalam membangun dan mengembangkan sebuah proyek, Inshaa Allah hasilnya akan optimal dan memberi manfaat luas ke masyarakat. Proyek pipa minyak PGN di Riau bisa dihemat Rp2,1 triliun dan ada beberapa proyek lagi yang penghematannya juga sangat besar," jelasnya di akun Instagram @arcandra.tahar, Rabu (7/10/2020).
(Baca Juga: Menjaga Keberlangsungan Industri Migas di Tengah Pandemi Covid-19)
Lebih lanjut Arcandra menuturkan, untuk berhasil menjadi profesional di industri, seperti halnya industri migas, maka seseorang harus memiliki karakter kuat yang didukung dengan kompetensi dan trustworthy.
Lihat Juga :