Genjot Realisasi Anggaran, Satgas PEN Andalkan Ini
Rabu, 07 Oktober 2020 - 23:40 WIB
loading...
Anggaran pemulihan ekonomi telah disalurkan sebesar Rp268,49 triliun. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Wakil Menteri (Wamen) BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan PEN Oktober ini mencapai Rp318,5 triliun dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Dimana untuk anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah disalurkan sebesar Rp268,49 triliun.
"Kita berdoa mudah-mudahan penyaluran ini bisa memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III," katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (7/10/2020).
Baca Juga: Hoax Menerjang UU Cipta Kerja, Menko Airlangga Angkat Bicara
Budi menyebut bahwa seluruh program hampir semuanya mengalami kenaikan realisasi yang cukup tinggi. Dimana perlindungan sosial dan untuk UMKM bisa menyerap anggaran PEN cukup besar. Dia menyebut untuk pembiayaan korporasi yang realisasinya 0%. Menurutnya hal tersebut karena sifatnya besar-besaran dan diharapkan tuntas di kuartal IV. "Kami berusaha keras supaya sampai akhir tahun 2020 seluruh dana PEN bisa kita salurkan. Seluruh dana PEN insyallah bisa kita salurkan," ungkapnya.
Budi mengakui bahwa di kuartal IV ini ekspektasi terhadap penyaluran dana PEN ini akan lebih besar dari masyarakat. Untuk kuartal IV ini ada beberapa program yang akan menjadi andalan Satgas PEN. "Nah, ada beberapa program yang memang sudah kami amati akan terus bisa menyalurkan dalam jumlah besar," katanya.
Baca Juga: Omnibus Law Bikin Pekerja RI di Luar Negeri Tidak Lagi Dipungut Pajak
Program tersebut antara lain Banpres untuk UMKM yang masih akan disalurkan kepada 3 juta UMKM. Lalu subsidi gaji yang juga diperluas ke guru-guru honorer. Selain itu bantuan sosial juga akan terus jalan seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako dan kartu prakerja.
"Ada beberapa bantuan-bantuan lain. Mungkin yang akan agak besar tadi mengenai penjaminan untuk perbankan terkait dengan perusahaan perusahaan UMKM untuk bisa mendapatkan kredit itu juga akan kita push. Hibahnya tadi sudah diberikan. Sekarang insyaallah kalau modal awalnya sudah terbentuk, modal kerjanya nanti ke depan bisa berjalan, itu intinya program-program besar," pungkasnya.
"Kita berdoa mudah-mudahan penyaluran ini bisa memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III," katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (7/10/2020).
Baca Juga: Hoax Menerjang UU Cipta Kerja, Menko Airlangga Angkat Bicara
Budi menyebut bahwa seluruh program hampir semuanya mengalami kenaikan realisasi yang cukup tinggi. Dimana perlindungan sosial dan untuk UMKM bisa menyerap anggaran PEN cukup besar. Dia menyebut untuk pembiayaan korporasi yang realisasinya 0%. Menurutnya hal tersebut karena sifatnya besar-besaran dan diharapkan tuntas di kuartal IV. "Kami berusaha keras supaya sampai akhir tahun 2020 seluruh dana PEN bisa kita salurkan. Seluruh dana PEN insyallah bisa kita salurkan," ungkapnya.
Budi mengakui bahwa di kuartal IV ini ekspektasi terhadap penyaluran dana PEN ini akan lebih besar dari masyarakat. Untuk kuartal IV ini ada beberapa program yang akan menjadi andalan Satgas PEN. "Nah, ada beberapa program yang memang sudah kami amati akan terus bisa menyalurkan dalam jumlah besar," katanya.
Baca Juga: Omnibus Law Bikin Pekerja RI di Luar Negeri Tidak Lagi Dipungut Pajak
Program tersebut antara lain Banpres untuk UMKM yang masih akan disalurkan kepada 3 juta UMKM. Lalu subsidi gaji yang juga diperluas ke guru-guru honorer. Selain itu bantuan sosial juga akan terus jalan seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako dan kartu prakerja.
"Ada beberapa bantuan-bantuan lain. Mungkin yang akan agak besar tadi mengenai penjaminan untuk perbankan terkait dengan perusahaan perusahaan UMKM untuk bisa mendapatkan kredit itu juga akan kita push. Hibahnya tadi sudah diberikan. Sekarang insyaallah kalau modal awalnya sudah terbentuk, modal kerjanya nanti ke depan bisa berjalan, itu intinya program-program besar," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :