Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020, BI: Bisa di Bawah 2,3%

Rabu, 06 Mei 2020 - 13:46 WIB
loading...
Pangkas Proyeksi Pertumbuhan...
Bank Indonesia (BI) dipaksa untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 yakni bisa jadi di bawah 2,3%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dipaksa untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 yakni bisa jadi di bawah 2,3%. Revisi angka itu terjadi setelah realisasi kuartal I tahun ini hanya 2,97%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi pada Januari hingga Maret 2020 menunjukkan dampak corona yang ternyata terjadi lebih cepat. "Semula (prediksi tahun 2020) 2,3%, ya tentu akan lebih rendah dari 2,3 dengan realisasi kuartal I yang ternyata lebih rendah,” ujar Perry Warjiyo dalam media briefing secara online, Rabu (6/5/2020).

Meski begitu, Ia tetap berkeyakinan ekonomi Indonesia akan terus terjaga. Utamanya, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang membutuhkan berbagai kebijakan dan stimulus yang efektif.

"Stimulus fiskal dari pemerintah InsyaAllah akan mengurangi dampak itu. Termasuk kebijakan restrukturisasi dunia usaha, pemulihan ekonomi. Sementara bank sentral akan menggelontorkan stimulus moneter sehingga perekonomian Indonesia ke depannya bisa lebih baik," tandasnya.

Sementara itu, data BPS nyatanya menunjukkan fakta lain dimana konsumsi hanya tumbuh 2,8%. Investasi yang diukur dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pun tertahan di angka 1,7%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
OSN Kabupaten Kota 2026...
OSN Kabupaten Kota 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Simak Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved