Lewat KBI, Registrasi Resi Gudang Kini Makin Mudah
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Dia menejelaskan KBI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Adapun peran dan fungsi KBI adalah untuk melakukan Penatausahaan Resi Gudang, menyediakan sistem informasi yang terintegrasi dengan pengelola gudang, lembaga pembiayaan, badan pengawas, Kementrian Keuangan, menjaga kerahasiaan data dan informasi serta memberikan informasi dan data serta melakukan verifikasi dan konfirmasi transaksi resi gudang kepada pelaku pasar dan pemangku kepentingan. Adapun peran dan fungsi KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang yang melakukan penatausahaan resi gudang, meliputi pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta penyediaan sistem dan jaringan informasi.
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, aplikasi IS-Ware NextGen yang dikembangkan KBI ini juga mengedepankan beberapa aspek teknologi, seperti terkait keamanan Informasi, peningkatan integrasi, pengembangan artsitektur, serta penggunaan teknologi block chain.
"Dengan teknologi block chain yang digunakan, kedepan sangat memungkinkan ekosistem resi gudang dapat menggunakan Resi Gudang Tanpa Warkat (scriptless). Dengan resi gudang anpa warkat (scriptless), akan sangat membantu para pelaku resi gudang. Hal ini dikarenakan dari sisi biaya akan menjadi lebih ekonomis, aman karena tidak dapat dipalsukan, memiliki ketahanan karena tidak mudah rusak. Selain itu, proses registrasinya akan lebih cepat karena dilakukan secara online dan instan," imbuh Fajar.
Dia mengatakan bahwa apa yang telah dijalankan tersebut sejalan dengan kapasitas sebagai BUMN, di mana memiliki peran untuk turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, yang dilakukan KBI dengan mengembangkan IS-Ware NextGen ini juga merupakan implementasi dari core value BUMN yaitu AKHLAK, dimana salah satu aspeknya adalah ADAPTIF.
"Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya. Pengembangan aplikasi ini merupakan langkah adaptif KBI, yaitu melakukan inovasi dalam upaya menghadapi perubahan," terang dia.
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, aplikasi IS-Ware NextGen yang dikembangkan KBI ini juga mengedepankan beberapa aspek teknologi, seperti terkait keamanan Informasi, peningkatan integrasi, pengembangan artsitektur, serta penggunaan teknologi block chain.
"Dengan teknologi block chain yang digunakan, kedepan sangat memungkinkan ekosistem resi gudang dapat menggunakan Resi Gudang Tanpa Warkat (scriptless). Dengan resi gudang anpa warkat (scriptless), akan sangat membantu para pelaku resi gudang. Hal ini dikarenakan dari sisi biaya akan menjadi lebih ekonomis, aman karena tidak dapat dipalsukan, memiliki ketahanan karena tidak mudah rusak. Selain itu, proses registrasinya akan lebih cepat karena dilakukan secara online dan instan," imbuh Fajar.
Dia mengatakan bahwa apa yang telah dijalankan tersebut sejalan dengan kapasitas sebagai BUMN, di mana memiliki peran untuk turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, yang dilakukan KBI dengan mengembangkan IS-Ware NextGen ini juga merupakan implementasi dari core value BUMN yaitu AKHLAK, dimana salah satu aspeknya adalah ADAPTIF.
"Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya. Pengembangan aplikasi ini merupakan langkah adaptif KBI, yaitu melakukan inovasi dalam upaya menghadapi perubahan," terang dia.
Lihat Juga :