Teknologi Cloud Bisa Dimanfaatkan UMKM untuk Menggaet Investor
Minggu, 11 Oktober 2020 - 02:11 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Bondan Widiawan mengatakan, cloud computing memang menawarkan efisiensi lewat praktik kolaborasi sehingga memudahkan dalam berinteraksi. Di antaranya, data yang tersimpan di infrastruktur cloud computing dapat diakses oleh banyak perangkat. Itu sebabnya, pemanfaatan teknologi komputasi awan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor.
“Hampir semua bidang kini memanfaatkan cloud computing. Terutama di saat pandemi ini khususnya di bidang pendidikan. Dari data BSSN terlihat ada peningkatan seminar daring atau webinar, sehingga edukasi-edukasi secara jarak jauh saat ini sudah menjadi tren,” kata Bondan menambahkan.
Namun begitu, teknologi ini juga memiliki ancaman atau kerentanan. Dirinya mengidentifikasi setidaknya ada tiga hal yang menjadi kerentanannya.
(Baca Juga: Kemenparekraf Ikutan Bikin UMKM Melek Digital, Targetnya 10 Juta Tahun Ini )
Pertama, mengutip data dari McAfee, Bondan mengatakan ancaman dari eksternal meningkat 630%. Terbesar dari kolaborasi Microsoft 365 yaitu orang-orang yang berusaha menyusup ke sistem.
“Jadi kita menggunakan Office karena memudahkan berinteraksi dari mana saja, kapan saja sehingga biasanya kita banyak menggunakan office. Kemudian ditemukan adanya anomalous location. Lokasinya berjauhan jaraknya tapi akses loginnya melakukan login dari tempat yang belum teridentifikasi terlebih dahulu. Ini yang kemudian diidentifikasi McAfee,” kata dia.
Kedua, ancaman terhadap superhuman. Menurut Bondan, itu seperti melakukan login dari tempat yang berbeda, dalam waktu yang hampir bersamaan, yang sebenarnya sangat tidak mungkin.
“Hampir semua bidang kini memanfaatkan cloud computing. Terutama di saat pandemi ini khususnya di bidang pendidikan. Dari data BSSN terlihat ada peningkatan seminar daring atau webinar, sehingga edukasi-edukasi secara jarak jauh saat ini sudah menjadi tren,” kata Bondan menambahkan.
Namun begitu, teknologi ini juga memiliki ancaman atau kerentanan. Dirinya mengidentifikasi setidaknya ada tiga hal yang menjadi kerentanannya.
(Baca Juga: Kemenparekraf Ikutan Bikin UMKM Melek Digital, Targetnya 10 Juta Tahun Ini )
Pertama, mengutip data dari McAfee, Bondan mengatakan ancaman dari eksternal meningkat 630%. Terbesar dari kolaborasi Microsoft 365 yaitu orang-orang yang berusaha menyusup ke sistem.
“Jadi kita menggunakan Office karena memudahkan berinteraksi dari mana saja, kapan saja sehingga biasanya kita banyak menggunakan office. Kemudian ditemukan adanya anomalous location. Lokasinya berjauhan jaraknya tapi akses loginnya melakukan login dari tempat yang belum teridentifikasi terlebih dahulu. Ini yang kemudian diidentifikasi McAfee,” kata dia.
Kedua, ancaman terhadap superhuman. Menurut Bondan, itu seperti melakukan login dari tempat yang berbeda, dalam waktu yang hampir bersamaan, yang sebenarnya sangat tidak mungkin.
Lihat Juga :