Catat! Ini Pentingnya Punya Dana Darurat Saat Pandemi
Minggu, 11 Oktober 2020 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
“Namun, karena di masa pandemi yang sulit sekarang ini, baiknya memang minimal dana darurat itu sekitar 12 kali pengeluaran bulanan,” ujar dia.
Maya juga menyarankan perlunya menahan keinginan belanja yang bukan menjadi kebutuhan. Sebaliknya, alokasi itu bisa diperuntukkan untuk berinvestasi seperti investasi pendidikan, beli saham, dan lainnya. “Perlunya juga memilih mana belanja yang menjadi prioritas. Mana yang jadi kebutuhan dan keinginan. Harus bisa memilah,” katanya.
Terlebih lagi bagi mereka yang sudah memiliki anak. Menurut Maya, investasi pendidikan harus menjadi prioritas. Sebab, inflasi pendidikan terus meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir, inflasi pendidikan di sekolah itu sangat tinggi dengan perkiraan sekitar 15-20 persen. (Baca juga: Pelajar Ikut Demo Omnibus Law, Sistem Pendidikan Harus Dievaluasi )
“Kalau untuk anak, saya sarankan untuk investasi pendidikan. Dana ini juga sangat penting. Makanya, sebaiknya dari awal dibuat dana investasi untuk pendidikan. Kapan harus investasi, ya sekarang,” imbau dia.
Bila berminat untuk berinvestasi dengan membeli saham, Maya menyarankan untuk mencari perusahaan yang tetap bertahan di masa pandemi, khususnya yang bergerak di sektor consumer goods.
Maya juga menyarankan perlunya menahan keinginan belanja yang bukan menjadi kebutuhan. Sebaliknya, alokasi itu bisa diperuntukkan untuk berinvestasi seperti investasi pendidikan, beli saham, dan lainnya. “Perlunya juga memilih mana belanja yang menjadi prioritas. Mana yang jadi kebutuhan dan keinginan. Harus bisa memilah,” katanya.
Terlebih lagi bagi mereka yang sudah memiliki anak. Menurut Maya, investasi pendidikan harus menjadi prioritas. Sebab, inflasi pendidikan terus meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir, inflasi pendidikan di sekolah itu sangat tinggi dengan perkiraan sekitar 15-20 persen. (Baca juga: Pelajar Ikut Demo Omnibus Law, Sistem Pendidikan Harus Dievaluasi )
“Kalau untuk anak, saya sarankan untuk investasi pendidikan. Dana ini juga sangat penting. Makanya, sebaiknya dari awal dibuat dana investasi untuk pendidikan. Kapan harus investasi, ya sekarang,” imbau dia.
Bila berminat untuk berinvestasi dengan membeli saham, Maya menyarankan untuk mencari perusahaan yang tetap bertahan di masa pandemi, khususnya yang bergerak di sektor consumer goods.
(ind)
Lihat Juga :