Dengan 'Sekoper Cinta', Kang Emil dan OJK Bantu Kaum Hawa Lepas dari Pelukan Lintah Darat
Senin, 12 Oktober 2020 - 15:21 WIB
loading...
Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melaksanakan program edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mencegah masyarakat, terutama kaum perempuan, terjerat atau meminjam kepada rentenir atau lintah darat melalui program yang disebut ‘Sekoper Cinta’. Sekoper Cinta? Iya, Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan bahwa ‘Sekoper Cinta’ merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Pun dapat mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa terjerat oleh pinjaman rentenir yang banyak menyasar ke wilayah pedesaan. ( Baca juga:Pasca-Pandemi, OJK Akan Perkuat Edukasi Digital )
Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap warga Jawa Barat terbebas dari jerat rentenir. Makanya, Pemprov Jawa Barat, OJK, BI, dan industri keuangan menyediakan kemudahan untuk mengakses bantuan atau pinjaman dan tentu tidak mencekik seperti rentenir. Misalnya, lewat program Bank Wakaf Mikro dari OJK, ada Kredit Mesra dari Pemerintah Provinsi Jabar, ada KUR yang murah bunganya.
"Itu semua adalah instrumen-instrumen yang dapat digunakan. Perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya juga harus harus bermutasi, harus beradaptasi jika ingin menyalurkan pembiayaan, khususnya kepada keluarga menengah ke bawah yang berada di kampung-kampung. Ibu-ibu di sana yang telah diedukasi melalui ‘Sekoper Cinta’, nantinya akan dapat memahami, pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,’’ jelas Kang Emil hari ini (12/10/2020).
Sejak diluncurkan pada Oktober 2018, program ‘Sekoper Cinta’ telah menelurkan 2.700 lulusan yang berasal dari 100 desa di 27 kabupaten atau kota di Jabar.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan bahwa ‘Sekoper Cinta’ merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Pun dapat mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa terjerat oleh pinjaman rentenir yang banyak menyasar ke wilayah pedesaan. ( Baca juga:Pasca-Pandemi, OJK Akan Perkuat Edukasi Digital )
Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap warga Jawa Barat terbebas dari jerat rentenir. Makanya, Pemprov Jawa Barat, OJK, BI, dan industri keuangan menyediakan kemudahan untuk mengakses bantuan atau pinjaman dan tentu tidak mencekik seperti rentenir. Misalnya, lewat program Bank Wakaf Mikro dari OJK, ada Kredit Mesra dari Pemerintah Provinsi Jabar, ada KUR yang murah bunganya.
"Itu semua adalah instrumen-instrumen yang dapat digunakan. Perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya juga harus harus bermutasi, harus beradaptasi jika ingin menyalurkan pembiayaan, khususnya kepada keluarga menengah ke bawah yang berada di kampung-kampung. Ibu-ibu di sana yang telah diedukasi melalui ‘Sekoper Cinta’, nantinya akan dapat memahami, pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,’’ jelas Kang Emil hari ini (12/10/2020).
Sejak diluncurkan pada Oktober 2018, program ‘Sekoper Cinta’ telah menelurkan 2.700 lulusan yang berasal dari 100 desa di 27 kabupaten atau kota di Jabar.
Lihat Juga :