Sri Mulyani Berbagi Pengalaman Bagaimana RI Peduli Isu Perubahan Iklim

Rabu, 14 Oktober 2020 - 22:30 WIB
loading...
Sri Mulyani Berbagi...
Menkeu Sri Mulyani berbagi pengalaman bagaimana Indonesia sangat peduli dan serius dalam menangani isu perubahan iklim. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk menangani isu perubahan iklim. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, global emisi gas rumah kaca sudah berkurang di tengah pandemi Covid-19.

"Isu iklim sangatlah penting untuk masa depan umat manusia. World Meteorogical Organization (Organisasi Meteorologi Dunia) mencatat berkurangnya global emisi gas rumah kaca hingga 6% selama pandemi," kata Sri Mulyani dalam lama Kemenkeu, Rabu (14/10/2020).

(Baca Juga: Wow, Butuh Rp3.500 Triliun Bagi Indonesia untuk Turunkan 314 Juta Ton Emisi CO2 )

Dia melanjutkan, kondisi ini merupakan sebuah kesempatan mereformasi pembangunan agar lebih hijau dan ramah lingkungan, sehingga isu perubahan iklim dapat dikurangi risikonya di masa depan.

"Saya berbagi pengalaman bagaimana Indonesia sangat peduli dan serius dalam menangani isu perubahan iklim. Pada tahun 2007, Indonesia menjadi tuan rumah pertama acara konferensi Perubahan Iklim di Bali, yang mengajak seluruh negara untuk mengambil langkah serius akan isu iklim," katanya.

(Baca Juga: Menko Luhut Ungkap Kekuatan Indonesia dari Sektor Kehutanan )

Dia mengatakan perubahan iklim masuk ke dalam pengelolaan keuangan publik, Kementerian Keuangan telah mengembangkan mekanisme Climate Budget Tagging (CBT) dan sudah mengintegrasikan ke Perencanaan dan Penganggaran Nasional sejak tahun 2016.

"CBT ini menjadi dasar dalam mengalokasikan sekitar 3,9% setiap tahun dari alokasi anggaran 2016-2020 untuk climate change secara konsisten. Anggaran ini bisa menjangkau sekitar 34% dari pembiayaan yang dibutuhkan untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC)," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Rekomendasi
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved