Merger Bank Syariah Bakal Dongkrak Bisnis Industri Halal
Kamis, 15 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menilai merger akan menghasilkan bank syariah yang lebih kuat, solid, dan terbesar di Indonesia. “Sudah saatnya kita sebagai negara berpopulasi muslim terbesar di dunia memiliki bank syariah yang besar. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama, bergotong royong, untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, karena ke depan, kita bisa berikhtiar menjadi pemimpin ekonomi syariah dunia,” kata Firman. (Baca juga: Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Pendidik Diapresiasi)
Dia mengungkapkan, hasil merger ini akan membantu mengembangkan industri halal yang menjadi new business dan new brand. Adapun potensi bisnis global industry halal mencapai Rp30.000u triliun yang mencakup halal food, modest fashion, halal media, halal tourism, halal healthcare, halal cosmetics, serta haji dan umrah.
“Kami berharap bank syariah hasil merger mampu mengoptimalkan potensi ekosistem halal, demi mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk-produk halal dan mnjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.
Terpisah, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, merger bank-bank umum syariah milik negara memang harus segera diwujudkan. Alasannya, kebijakan ini dipercaya bisa memperkuat gairah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
“Bank syariah yang kuat sangat dibutuhkan di tengah makin bergairahnya pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Untuk itu, saya kira bagus apabila bank syariah BUMN merger,” kata Robikin. (Baca juga: Diare Juga Bisa Jadi Gejala Awal Terjangkit Covid-19)
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Arief Rosyid, merger bank-bank umum syariah milik Himbara merupakan kebijakan yang tepat. Penggabungan ini dipercaya bisa meningkatkan dan memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dia mengungkapkan, hasil merger ini akan membantu mengembangkan industri halal yang menjadi new business dan new brand. Adapun potensi bisnis global industry halal mencapai Rp30.000u triliun yang mencakup halal food, modest fashion, halal media, halal tourism, halal healthcare, halal cosmetics, serta haji dan umrah.
“Kami berharap bank syariah hasil merger mampu mengoptimalkan potensi ekosistem halal, demi mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk-produk halal dan mnjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.
Terpisah, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, merger bank-bank umum syariah milik negara memang harus segera diwujudkan. Alasannya, kebijakan ini dipercaya bisa memperkuat gairah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
“Bank syariah yang kuat sangat dibutuhkan di tengah makin bergairahnya pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Untuk itu, saya kira bagus apabila bank syariah BUMN merger,” kata Robikin. (Baca juga: Diare Juga Bisa Jadi Gejala Awal Terjangkit Covid-19)
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Arief Rosyid, merger bank-bank umum syariah milik Himbara merupakan kebijakan yang tepat. Penggabungan ini dipercaya bisa meningkatkan dan memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Lihat Juga :