3 BUMN Berkolaborasi, RI Bakal Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
3 BUMN Berkolaborasi,...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Indonesia diyakini akan menjadi produsen baterai mobil listrik . Untuk mewujudkan itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merancang pembangunan pabrik baterai mobil listrik.

Tak tanggung-tanggung, nilai investasi pembangunan pabrik itu disebut-sebut mencapai USD12 miliar setara Rp176,4 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per USD). Pembangunan pabrik baterai akan dipimpin oleh holding BUMN pertambangan MIND ID atau Inalum melalui PT Aneka Tambang Tbk, bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).



CEO Inalum Orias Petrus Moedak mengatakan ketiga BUMN itu saat ini tengah menyusun pembentukan unit usaha baru yakni PT Indonesia Battery. Untuk membangun pabrik baterai tersebut, Orias menyebut saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan dua calon mitra dari China dan Korea Selatan. Nantinya proyek ini menurutnya akan terintegrasi dari hulu sampai hilir. (Baca: Inilah 10 Adab Berbicara Agar Lisan Terjaga)

Orias menjelaskan dana USD12 miliar ini tidak hanya akan berasal dari kas tiga BUMN tersebut. Rencananya saat ini ada pihak swasta dari China dan Korea yang menyatakan ingin terlibat dalam investasi ini.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dua produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia saat ini tengah melirik untuk bergabung dalam industri hilirisasi nikel Indonesia. Dperusahaan tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea. Dua perusahaan ini merupakan produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia.

“Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba, langsung mendapat respons bagus dari investor asing. Ini bukti bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat,” kata Erick dalam keterangan resmi pada Rabu (14/10/2020).

Dia melanjutkan, Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global. Padahal, nikel merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik. (Baca juga: Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)

Oleh karena itu, Kementerian BUMN mengeluarkan kebijakan untuk melakukan inovasi model bisnis dalam industri ini dan meningkatkan nilai rantai pasokan nikel yang berlimpah ini. Tujuannya, yaitu tak lain untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

Potensi nikel di dalam negeri, terutama yang dikelola BUMN akan semakin meningkat setelah selesainya transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh Holding BUMN Pertambangan Mining Industri Indonesia (MIND ID) atau Inalum.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina nantinya fokus pada pada tahapan-tahapan produksi baterai. Dari pengembangan manufacturing plant, mengintegrasikan komponen sel di dalam baterai hingga merakitnya ke dalam modul atau pack yang sesuai dengan peruntukan. Pertamina juga akan bertugas sebagai pihak yang mendaur ulang (recycle) baterai. (Lihat videonya: Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja)

“Nantinya Pertamina akan masuk ke dalam bagian holding company tersebut dan juga dalam JV yang fokus di masing-masing proses bisnis terkait,” ujar Fajriyah saat dihubungi, Jakarta, kemarin. (Suparjo Ramalan)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved