Didukung Empat Direksi dari Korea, Bukopin Bakal Perkuat Lini UMKM

loading...
Didukung Empat Direksi dari Korea, Bukopin Bakal Perkuat Lini UMKM
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Bukopin bakal terus memperkuat lini bisnis sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)serta microfinance pasca-diakuisisi oleh KB Kookmin Bank. Apalagi, sektor tersebut selama ini menjadi andalan KB Kookmin Bank di beberapa negara.

Presiden Direktur PT Bank Bukopin Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan, setelah diakuisisi, Bank Bukopin kini memiliki aset dan modal dukungan super besar dari KB Kookmin Bank. Dari sisi SDM, manajemen Bank Bukopin pun turut disuntik dengan sejumlah direktur baru dari Korea yang memiliki pengalaman pengelolaan di KB Kookmin Bank yang tak bisa diragukan lagi. (Baca juga:Ini Kondisi IHSG di Pertengahan Oktober 2020)

Menurut Rivan, Bank Bukopin kini memiliki pengendali utama, KB Kookmin Bank, yang kepemilikannya mencapai 60%. Perubahan kepemilikan ini memberikan dampak yang sangat bagus bagi Bank Bukopin.





Bergabungnya KB Kookmin Bank tetap menjadikan Bank Bukopin tetap fokus ke ritel yang 57% didominasi kelompok KUKM. Jika berbicara pengembangan terakhir sepak terjang KB Kookmin Bank di 42 negara, menurut Rivan, bank ini memperkuat lini UMKM dan juga micro finance.

"Ini tentu seiring dengan program kami untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan ekonomi masyarakat dan bertambah baik," katanya. (Baca juga:Erdogan pada Kanada: Hentikan Ekspor Drone Melawan Semangat Aliansi)

Rivan menyebutkan bahwa KB Kookmin Bank akan memberikan kontribusi positif karena mereka akan mendukung pelaksanaan bisnis Bank Bukopin. Serta peningkatan ekonomi nasional Indonesia dan tetap menjadikan Bank Bukopin sebagai bank nasional.



Rivan menegaskan bahwa kinerja bank bukopin dengan empat dari sembilan direktur berasal dari Korea tetap berada on the track. Bahkan yang paling menarik, menurut dia, adalah terjadinya upgrade proses bisnis Bank Bukopin ke kondisi yang sangat jauh lebih baik, lebih fokus bisnis, serta adanya perubahan pola kerja.

"Kami sudah buat rencana bisnis jangka pendek, medium dan jangka panjang, Target lima tahun ke depan kami adalah menjadi bank terbesar di indonesia," katanya.
(uka)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top