Ini Kondisi IHSG di Pertengahan Oktober 2020
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 15:25 WIB
loading...
Tim Riset MNC Sekuritas secara rutin menggelar Morning Meeting melalui YouTube Live MNC Sekuritas setiap hari pukul 08.15–08.45 WIB. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini menguat selama tiga hari berturut-turut, melanjutkan peningkatannya dari pekan lalu. Meskipun ada keputusan dari Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga di level 4% dan demo besar-besaran terkait Omnibus Law, IHSG terus menguat.
Hingga pada Kamis (15/10) IHSG akhirnya melemah -1,37% akibat dari aksi profit taking yang dilakukan investor. Menurut Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia, sentimen dari pendirian Indonesia Battery Holding dan merger dari perbankan syariah telah menjadi katalis bagi peningkatan saham perbankan dan pertambangan nikel seperti ANTM dan INCO selama pekan ini. IHSG pun ditutup flat -0.03% pada hari terakhir perdagangan pada Jumat pekan ini (16/10).
(Baca Juga: Gara-Gara Banyak Investor Ambil Cuan, IHSG pun Terpeleset)
“Sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pekan depan adalah rilisnya data penjualan mobil dan motor per September 2020. Penjualan mobil diestimasikan oleh Trading Economics untuk melanjutkan penurunan sebesar 40%, sementara penjualan motor turun 55%. Meskipun penurunan ini tidak sebesar penurunan bulan Agustus 2020, namun tetap mengindikasikan bahwa peningkatan dari daya beli masyarakat masih lambat,” jelas Catherina di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).
Investor dapat mencermati beberapa komoditas, lanjutnya. Salah satunya adalah minyak yang persediaannya dikabarkan menurun di AS pada kuartal IV/2020. Sentimen ini dapat mendorong peningkatan harga minyak ke depan, di mana minyak telah melemah -32,92% (year to date/YTD). Komoditas selanjutnya adalah batu bara dengan isu terkini masih dari pelarangan impor dari China yang disebabkan oleh domestic oversupply. Dan yang terakhir adalah komoditas CPO yang diperkirakan akan mengalami penurunan produksi akibat fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi.
Hingga pada Kamis (15/10) IHSG akhirnya melemah -1,37% akibat dari aksi profit taking yang dilakukan investor. Menurut Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia, sentimen dari pendirian Indonesia Battery Holding dan merger dari perbankan syariah telah menjadi katalis bagi peningkatan saham perbankan dan pertambangan nikel seperti ANTM dan INCO selama pekan ini. IHSG pun ditutup flat -0.03% pada hari terakhir perdagangan pada Jumat pekan ini (16/10).
(Baca Juga: Gara-Gara Banyak Investor Ambil Cuan, IHSG pun Terpeleset)
“Sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pekan depan adalah rilisnya data penjualan mobil dan motor per September 2020. Penjualan mobil diestimasikan oleh Trading Economics untuk melanjutkan penurunan sebesar 40%, sementara penjualan motor turun 55%. Meskipun penurunan ini tidak sebesar penurunan bulan Agustus 2020, namun tetap mengindikasikan bahwa peningkatan dari daya beli masyarakat masih lambat,” jelas Catherina di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).
Investor dapat mencermati beberapa komoditas, lanjutnya. Salah satunya adalah minyak yang persediaannya dikabarkan menurun di AS pada kuartal IV/2020. Sentimen ini dapat mendorong peningkatan harga minyak ke depan, di mana minyak telah melemah -32,92% (year to date/YTD). Komoditas selanjutnya adalah batu bara dengan isu terkini masih dari pelarangan impor dari China yang disebabkan oleh domestic oversupply. Dan yang terakhir adalah komoditas CPO yang diperkirakan akan mengalami penurunan produksi akibat fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi.
Lihat Juga :