Sapi Wagyu, Penuhi Kebutuhan Daging Indonesia
Minggu, 18 Oktober 2020 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Nama Wagyu sendiri berasal dari Jepang dengan kata “Wa” berarti Negara Jepang sementara kata “Gyu” dapat diartikan sebagai sapi. Maka, Wagyu bisa diartikan sebagai daging sapi yang berasal dari Jepang.
Sapi Wagyu yang dibudidayakan di Jepang ini adalah jenis sapi dengan perawatan sangat baik dan diternakkan secara tradisional. Sapi Wagyu ini dipengaruhi oleh ras Inggris dan Kontinental seperti Brown Swiss, Shorthorn, Devon, Simmental, Ayrshire, Korea, Holstein dan Angus selama beberapa generasi hampir 100 tahun yang lalu.
Salah satu ciri dari daging sapi Wagyu ialah mempunyai pola marbling halus yang melimpah pada dagingnya dan didistribusikan secara merata ke seluruh otot. Daging Wagyu memiliki kandungan asam lemak shomifuri yang kaya akan Omega-3 yang mengandung kolestrol baik dan bagus untuk jantung.
Selain itu, daging Wagyu juga mengandung sekitar 30 persen lemak tak jenuh yang lebih tinggi dari daging sapi biasa. Tingginya konsentrasi lemak tak jenuh inilah yang membuat daging Wagyu sangat berbeda dari daging sapi lainnya berupa kualitas dan rasanya yang halus, lembut serta berair dengan titik leleh rendah ketika dimasak untuk rasa manis dan ekstra juicy yang unik.
Nasrullah mengungkapkan, kebutuhan daging di Indonesia saat ini masih sekitar 90% untuk memenuhi permintaan pasar basah, sedangkan untuk memenuhi daging sapi premium seperti Wagyu masih diimpor dari Amerika, Jepang dan Australia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa membudidayakan sapi Wagyu ini.
"Wagyu ini memiliki bobot lahir yang relatif kecil kurang lebih 30 sampai 40 kg. Nah ini membuat sapi Wagyu tidak mengalami kesulitan dalam proses kelahiran, sehingga memudahkan masyarakat untuk membudidayakan sapi Wagyu," papar dia.
Sapi Wagyu yang dibudidayakan di Jepang ini adalah jenis sapi dengan perawatan sangat baik dan diternakkan secara tradisional. Sapi Wagyu ini dipengaruhi oleh ras Inggris dan Kontinental seperti Brown Swiss, Shorthorn, Devon, Simmental, Ayrshire, Korea, Holstein dan Angus selama beberapa generasi hampir 100 tahun yang lalu.
Salah satu ciri dari daging sapi Wagyu ialah mempunyai pola marbling halus yang melimpah pada dagingnya dan didistribusikan secara merata ke seluruh otot. Daging Wagyu memiliki kandungan asam lemak shomifuri yang kaya akan Omega-3 yang mengandung kolestrol baik dan bagus untuk jantung.
Selain itu, daging Wagyu juga mengandung sekitar 30 persen lemak tak jenuh yang lebih tinggi dari daging sapi biasa. Tingginya konsentrasi lemak tak jenuh inilah yang membuat daging Wagyu sangat berbeda dari daging sapi lainnya berupa kualitas dan rasanya yang halus, lembut serta berair dengan titik leleh rendah ketika dimasak untuk rasa manis dan ekstra juicy yang unik.
Nasrullah mengungkapkan, kebutuhan daging di Indonesia saat ini masih sekitar 90% untuk memenuhi permintaan pasar basah, sedangkan untuk memenuhi daging sapi premium seperti Wagyu masih diimpor dari Amerika, Jepang dan Australia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa membudidayakan sapi Wagyu ini.
"Wagyu ini memiliki bobot lahir yang relatif kecil kurang lebih 30 sampai 40 kg. Nah ini membuat sapi Wagyu tidak mengalami kesulitan dalam proses kelahiran, sehingga memudahkan masyarakat untuk membudidayakan sapi Wagyu," papar dia.
Lihat Juga :