Kontraktor Korsel hingga Inggris Minati Proyek MRT Jakarta Fase II

Senin, 19 Oktober 2020 - 19:26 WIB
loading...
Kontraktor Korsel hingga...
Suasana di salah satu stasiun MRT Jakarta. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) , Jakarta fase II (Bundaran HI-Kota) dipastikan akan molor akibat terkendala paket kontrak. Sejumlah paket di segmen 2 proyek (Harmoni-Kota) mengalami gagal tender berulang kali karena kontraktor dari Jepang banyak yang tak berminat menggarapnya.

Direktur Utama MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan beberapa paket-paket yang belum diminati kontraktor Jepang antara lain CP 202 yakni proyek sipil rute Harmoni-Mangga Besar, CP 205 pengadaan sistem perkeretaapian dan rel, dan CP 206 pengadaan rolling stock atau kereta.

"Dengan segala kendala itu, target penyelesaian proyek segmen 2 di Fase II MRT Jakarta akan mundur ke Agustus 2027, dari target awal Maret 2026," ujar dia dalam diskusi virtual, Senin (19/10/2020).

(Baca juga: Berisi 11 Bab dan 35 Pasal, Jakarta Resmi Miliki Perda Penanggulangan Covid-19 )

Dia menjelaskan untuk proyek Fase II ini, MRT Jakarta memang diharuskan menggunakan kontraktor utama dari Jepang. Hal itu merupakan syarat wajib, sebab proyek ini didanai oleh pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan mekanisme STEP Loan atau Tied Loan.

Namun, lanjut dia, karena minimnya minat para kontraktor Jepang untuk menggarap ketiga paket tersebut, pihak MRT Jakarta sedang meminta perizinan agar mekanisme tender internasional memperbolehkan negara lain ikut serta.

"Jadi kita mendorong apabila minat kontraktor Jepang terhadap Fase II ini kurang, maka JICA kiranya dapat membuka kemungkinan untuk partisipasi kontraktor internasional non Jepang dalam paket-paket pengerjaan MRT Fase II," jelas dia.

(Lihat juga grafis: Suzuki Hayabusa Tekuk Supercar Jepang hingga Eropa )

Menurut dia, kontraktor dalam negeri juga banyak yang berminat untuk bergabung ke proyek Fase II MRT Jakarta ini. "Kontraktor nasional yang selama ini sudah mengerjakan di paket 1 maupun paket 2. Kalau fisik itu kan kita sudah memiliki pengalaman, di Fase I ada Wijaya Karya, Hutama Karya, Jaya Konstruksi, dan terbaru ada Adhi Karya. Bahkan di kereta kita punya INKA," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan, sejumlah kontraktor dari China, Korea Selatan (Korsel), Inggris, dan sebagainya sudah menyampaikan minat dalam proyek Fase II ini.

"Kita lihat sampai saat ini sudah banyak nih yang deketin kita. Baik kontraktor-kontraktor dari China, Korea, ataupun dari negara lainnya yang sudah nanya-nanya," tandas dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Berhasil Lintasi Selat...
Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel
Prabowo Bawa Oleh-oleh...
Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp173 Triliun dari Korea Selatan
Perang AS-Iran Bikin...
Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Komite Generasi Muda...
Komite Generasi Muda OKTA Cabang Jakarta 2026 Resmi Meluncur
Amar Bank Dorong Layanan...
Amar Bank Dorong Layanan Embedded Banking di MRT Jakarta
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Proyek Pembangunan Jakarta,...
Proyek Pembangunan Jakarta, Menuju Kota Kelas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved