Mantan Kapolri Ini Ikut Mendukung Lahirnya Omnibus Law Cipta Kerja

Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:47 WIB
loading...
Mantan Kapolri Ini Ikut...
Kehadiran Omnibus Law Cipta Kerja dianggap sebagai senjata ampuh untuk mengatasi ruwetnya izin investasi di Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kehadiran Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja dianggap sebagai senjata ampuh untuk mengatasi ruwetnya izin investasi di Indonesia. Masalah klasik terkait tumpang tindih perizinan membuat aliran modal asing sulit masuk ke RI. Sebab itu, melalui UU Cipta Kerja hambatan yang berkaitan dengan investasi akan dilibas habis agar penanaman modal di Indonesia mengalir deras sehimgga membuka lebih luas lagi lapangan kerja.

"Dengan adanya aturan ini, tumpang tindih dan perijinan dipangkas, memotong birokrasi. Dengan langkah tersebut bisa memberikan kemudahan investasi dan jaminan kepastian hukum investasi di Indonesia," ujar Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Jadi Pusat Aksi Tolak UU Omnibus Law, Bundaran UGM Macet Total

Menurut dia masalah selama ini permasalahannya terletak pada iklim investasi di Indonesia yang penuh ketidakpastian disebabkan karena ruwetnya izin, aturan yang tumpang tindih hingga sulitnya memperoleh rekomendasi pemerintah daerah. "Kalau tidak ada jaminan kepastian hukum gimana? Dari pusat memberikan persetujuan, kemudian di daerah memberikan tdk bisa berjalan, ada hambatan. Ini dihilangkan dengan adanya UU Cipta Kerja ini," katanya.

Baca Juga: Teten Masduki: Omnibus Law Cipta Kerja Bikin UMKM Tahan Banting

Dalam UU Cipta Kerja, setidaknya terdapat 79 aturan hukum yang direvisi. Dengan hadirnya payung hukum tersebut aliran investasi yang masuk ke Indonesia akan semakin besar. "Saya menilainy Presiden Jokowi cukup cerdas dalam menangani, menyelesaikan masalah yang banyak dibidang investasi, ketenaga kerjaan, UMKM dan pemulihan ekonomi dalam satu kebijakan. Makanya tidak heran di dalamnya ada 79 aturan yang diubah," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investasi Asing Lebih...
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia, Singapura, dan Vietnam daripada Indonesia
Indonesia Terlalu Banyak...
Indonesia Terlalu Banyak Regulasi, Bikin Biaya Ekonomi Mahal dan Hambat Investasi Masuk
Purbaya Percepat Izin...
Purbaya Percepat Izin Proyek Miliaran di Jabar, PLTS Terapung Saguling Siap Jalan
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Purbaya Geram Bahas...
Purbaya Geram Bahas Hambatan Investasi dan Operasional Sejumlah Perusahaan Besar
Investasi Rp1.500 Triliun...
Investasi Rp1.500 Triliun Gagal Masuk Indonesia, Ini Biang Keroknya
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Rekomendasi
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved