Teten Masduki: Omnibus Law Cipta Kerja Bikin UMKM Tahan Banting
Selasa, 20 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
Menkop UKM Teten Masduki. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan lahirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja akan mendorong ekosistem digitalisasi UMKM lebih cepat dan tangguh serta mendorong lahirnya usaha-usaha baru berkelanjutan yang berdaya saing. Pasalnya beleid tersebut mencakup kemudahan perizinan, akses rantai pasok, pengembangan usaha, pembiayaan, akses pasar dan dukungan produksi, serta kemudahan pembentukan dan pengelolaan koperasi.
"Lahirnya UU Cipta Kerja dimaksudkan untuk menjawab masalah utama UMKM dan Koperasi untuk tumbuh besar. Daya lenting yang baik akan memperkuat sebuah usaha dan menjadikannya lebih siap menghadapi guncangan, seperti pandemi Covid-19 sekarang ini," ujar Teten di acara Festival Ide Bisnis secara daring, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Risma Ngamuk pada 58 Anak yang Terlibat Rusuh Demo Omnibus Law
Menurut dia hampir seluruh sektor ekonomi melakukan transformasi digital merespons pandemi Covid-19. Bahkan diproyeksikan ekonomi digital RI akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 sehingga UMKM perlu segera masuk ke dalam ekosistem digital. "Peluang UMKM untuk berkembang saat ini didukung oleh berbagai program yang terintegrasi dari hulu dan hilir," kata dia.
Dari sisi hulu stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR dan non KUR insentif pajak tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dengan total alokasi anggaran sebesar Rp123,46 triliun. Di luar itu, pemerintah juga menyiapkan Banpres produktif untuk usaha mikro berupa hibah Rp2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro yang unbankable. Sampai 12 Oktober 2020, Banpres produktif telah tersalur ke 9,1 juta usaha mikro dengan nilai sekitar Rp21,86 triliun.
"Lahirnya UU Cipta Kerja dimaksudkan untuk menjawab masalah utama UMKM dan Koperasi untuk tumbuh besar. Daya lenting yang baik akan memperkuat sebuah usaha dan menjadikannya lebih siap menghadapi guncangan, seperti pandemi Covid-19 sekarang ini," ujar Teten di acara Festival Ide Bisnis secara daring, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Risma Ngamuk pada 58 Anak yang Terlibat Rusuh Demo Omnibus Law
Menurut dia hampir seluruh sektor ekonomi melakukan transformasi digital merespons pandemi Covid-19. Bahkan diproyeksikan ekonomi digital RI akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 sehingga UMKM perlu segera masuk ke dalam ekosistem digital. "Peluang UMKM untuk berkembang saat ini didukung oleh berbagai program yang terintegrasi dari hulu dan hilir," kata dia.
Dari sisi hulu stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR dan non KUR insentif pajak tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dengan total alokasi anggaran sebesar Rp123,46 triliun. Di luar itu, pemerintah juga menyiapkan Banpres produktif untuk usaha mikro berupa hibah Rp2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro yang unbankable. Sampai 12 Oktober 2020, Banpres produktif telah tersalur ke 9,1 juta usaha mikro dengan nilai sekitar Rp21,86 triliun.
Lihat Juga :