Tips Menyelesaikan Kredit Bermasalah

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
Tips Menyelesaikan Kredit...
Foto/dok
A A A
Agus Kriswandi Basyari
Pitaloka Land

Pekan ini kami akan mengurai tentang bagaimana cara debitur menghadapi kreditnya yang bermasalah . Tulisan pekan ini merupakan rangkaian tulisan pekan lalu yang dilihat dari sisi seorang debitur. Hal ini perlu diketahui oleh debitur sebagai panduan menghadapi kreditnya yang bermasalah dengan cara yang baik dan benar sehingga bisa menjadi jalan keluar. (Baca: Pentingnya Mengajarkan Anak Menjaga Lisan)

Mengikuti perjalanan seorang debitur sering terjadi kondisi yang berubah dari sisi keuangan. Hal ini berakibat pada status atau riwayat kolektabilitas seorang debitur yang sudah dijelaskan pada tulisan pekan lalu. Dalam kondisi status bermasalah seperti kolektabilitas 3 dan 4, terutama dalam kondisi macet atau kolektabilitas 5, maka debitur disarankan tidak boleh panik dan bisa melakukan beberapa langkah sebagai tips untuk mencari jalan keluar.

Langkah pertama yang perlu dilakukan debitur adalah bertindak kooperatif. Dalam kondisi ini, debitur tidak boleh menghindar dari perlakuan pihak perbankan terhadap dirinya. Biasanya pihak perbankan akan melayangkan surat peringatan (SP) mulai SP 1 sampai ke-3.

Surat peringatan tersebut akan berisi tentang penagihan kewajiban pihak debitur yang tertunda atau tertunggak. Seyogianya disarankan pihak debitur untuk melakukan jawaban tertulis melalui surat dan disampaikan secara langsung kepada pihak perbankan dengan poin penting yang harus didapatkan adalah tanda terima dari pihak perbankan.

Jawaban surat debitur berisi tentang kondisi keuangan yang menyebabkan tidak dapat melakukan kewajiban pembayaran. Kemudian pihak debitur meminta pihak perbankan untuk memberikan keringanan dalam bentuk strukturisasi utang. Seandainya surat tersebut sudah diterima, pihak debitur tinggal menunggu jawaban dari pihak perbankan. (Baca juga: Dunia Pendidikan Indonesia Belum Memiliki Peta Jalan yang Jelas)

Pihak perbankan pasti akan merespons surat yang dilayangkan pihak debitur karena memiliki kepentingan yang sama, yaitu menyelesaikan kredit bermasalah tersebut. Dalam kondisi demikian akan ada pertimbangan dan tawar-menawar. Sekali lagi pihak debitur harus selalu kooperatif dan tidak boleh menghindar, baik dari sisi korespondensi maupun harus bertatap muka.

Berkenaan dengan permohonan strukturisasi utang, pihak debitur bisa mengajukan permohonan penundaan pembayaran kewajiban dengan periode tertentu, memperkecil kewajiban angsuran bulanan dengan cara menambah tenor (masa angsuran), atau mengajukan penghapusan denda dan biaya-biaya lain sehingga kewajiban debitur lebih ringan. Dalam tahapan ini antara pihak perbankan dan debitur biasanya melakukan negosiasi yang bisa terjadi beberapa kali pertemuan sampai pada titik kemufakatan.

Pihak debitur dapat mempertimbangkan permohonan strukturisasi berdasarkan asumsi bahwa kondisi keuangan bisa kembali normal, baik dari sisi waktu maupun angka-angka yang tumbuh. Jadi, pihak debitur bisa memperkirakan kapan dapat melakukan kewajiban pembayaran kepada pihak perbankan. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di Masa Pandemi)

Dalam kondisi ini, sangat tidak disarankan debitur melakukan pinjaman untuk melunasi kewajibannya karena biasanya pihak debitur ingin segara dan buru-buru menyelesaikan kewajibannya. Dalam kondisi ini pula sebaiknya pihak debitur mengikuti alur proses penyelesaian, walaupun memerlukan waktu yang cukup panjang. Jadi, diperlukan kesabaran dan kemauan secara bijak untuk menjalani tahap demi tahap proses yang harus dilakukan.

Proses kooperatif debitur ini akan menghindarkan tindakan yang sangat tidak disukai oleh debitur. Tindakan fatal pihak perbankan adalah melakukan lelang terhadap jaminan yang dimiliki oleh debitur. Dalam pandangan perbankan langkah kooperatif debitur akan memberikan ruang untuk menyelesaikan masalah secara win win solution. (Lihat videonya: Dua Polisi yang Kawal Jogging Kena Sanksi Administratif)

Pihak perbankan akan terjaga secara konduite usahanya. Sementara pihak debitur melalui kesepakatan strukturisasi memiliki waktu memperbaiki kondisi keuangannya sehingga mampu melaksanakan kewajiban-kewajibannya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Bisnis Berbasis Pengalaman...
Bisnis Berbasis Pengalaman Kian Diminati, Pengembang Hadirkan Konsep Baru
Mengukur Potensi Properti...
Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Fasilitas Padel Eksklusif...
Fasilitas Padel Eksklusif Xforia Sentul Perkuat Daya Tarik Kawasan Terpadu
Strategi Cerdas Miliki...
Strategi Cerdas Miliki Properti Impian! Harga Kompetitif, Cicilan Fleksibel
Satu Atap Tiga Solusi:...
Satu Atap Tiga Solusi: Intip Keseruan Pameran Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
Rekomendasi
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Tips Sehat supaya Asam...
Tips Sehat supaya Asam Urat Tidak Ganggu saat Mudik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved