Kumpulkan Distributor, Kementan dan Pupuk Indonesia Jaga Kelancaran Penyaluran Pupuk Subsidi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 19:58 WIB
loading...
Foto/Humas Kementan
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) mengingatkan para distributor pupuk untuk ikut berkerja keras menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi . Sebab, pupuk merupakan komoditas yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya dalam masa pandemi seperti sekarang. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat menghadiri Rapat Monitoring dan Pengelolaan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Makassar, Selasa kemarin (20/10).
"Saya minta distributor jangan main-main dengan distribusi pupuk karena pupuk bukan hanya kebutuhan tanaman, tapi lebih pada sebagai basis ketahanan pangan terutama pada masa pandemi," ujar Mentan SYL.
Rapat koordinasi pupuk ini digelar dalam rangka mengecek distribusi serta ketersediaan pupuk di semua lini di Kawasan Indonesia Timur. Yasin Limpo menegaskan, pemerintah tidak main-main dalam memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani, karena itu Presiden Jokowi telah menyetujui tambahan pupuk bersubsidi dengan volume 1 juta ton, atau setara Rp3,14 triliun. ( Baca juga: Kementan Lepas Ekspor Premix Vitamin ke India di Tengah Pandemi, Buktikan Gratieks Efektif )
Penambahan subsidi itu lantaran sektor pertanian memiliki peran vital dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan ketahanan pangan rakyat di saat pandemi.
Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto. Pada kuartal II 2020 ini capaian 16,24% dibandingkankuartal sebelumnya.
"Saya minta distributor jangan main-main dengan distribusi pupuk karena pupuk bukan hanya kebutuhan tanaman, tapi lebih pada sebagai basis ketahanan pangan terutama pada masa pandemi," ujar Mentan SYL.
Rapat koordinasi pupuk ini digelar dalam rangka mengecek distribusi serta ketersediaan pupuk di semua lini di Kawasan Indonesia Timur. Yasin Limpo menegaskan, pemerintah tidak main-main dalam memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani, karena itu Presiden Jokowi telah menyetujui tambahan pupuk bersubsidi dengan volume 1 juta ton, atau setara Rp3,14 triliun. ( Baca juga: Kementan Lepas Ekspor Premix Vitamin ke India di Tengah Pandemi, Buktikan Gratieks Efektif )
Penambahan subsidi itu lantaran sektor pertanian memiliki peran vital dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan ketahanan pangan rakyat di saat pandemi.
Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto. Pada kuartal II 2020 ini capaian 16,24% dibandingkankuartal sebelumnya.
Lihat Juga :