Pesantren Masuk dalam Blue Print Keuangan Syariah, Bos BI: Kita Dorong Sama-sama

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:51 WIB
loading...
Pesantren Masuk dalam...
Gubernur BI Perry Warjiyo mendorong, pusat-pusat kegiatan ekonomi sehingga terwujud kemandirian ekonomi pesantren dan jadi momentum pesantren berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mendorong ekonomi syariah melalui program pesantren . Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, program pesantren ini bisa menggairahkan ekonomi Indonesia

"Mari kita dorong sama-sama peran pesantren yang tentu saja sebagai pusat pendidikan dan dakwah. Lebih dari itu pusat-pusat kegiatan ekonomi sehingga terwujud kemandirian ekonomi pesantren dan jadi momentum pesantren berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah dalam pemulihan ekonomi syariah," ujar Perry dalam video virtual, Kamis (22/10/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Keberpihakan Pemerintah ke Pesantren )

Dalam upaya pengembangan ekonomi syariah tersebut, kata dia menempatkan peran pesantren sebagai akselerator dan inisiatif dalam program dan strategi yang pendalaman pasar keuangan syariah.

"Ini blue print keuangan syariah yang kami terapkan," katanya.

(Baca Juga: Bank Sentral Tengah Bikin Blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah )

BI pun mengimplementasikan, peta jalan program pengembangan pesantren hingga tahun 2025. Hal ini pertama pengembangan model bisnis usah syariah di pesantren. Lantaran umat muslim Indonesia cukup banyak yang membuat potensi ekonomi syariah memiliki pasar yang kuat.

"Ini dalam mengimplementasikan road map kemandirian pesantren hingga 2025 ini program pengembangan model dan replikasi bisnis pesantren telah diimpliemntasikan tidak kurang 300 pesantren di seluruh Indonesia banyak melakukan usaha di sektor pengolahan air minum dan daur ulang sampah," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Indonesia Diprediksi...
Indonesia Diprediksi Bakal Masuk Jebakan Utang Semakin Dalam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved