Ini 4 Fakta Menarik di Balik BUMN Pengganti Jiwasraya
Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
2. Dapat Suntikan Dana dari Pemerintah
IFG akan memperoleh bail-in dana sebesar Rp22 triliun untuk membentuk IFG Life, yang akan turun dalam dua tahun, yakni Rp10 triliun pada 2021 dan Rp12 triliun pada 2022.
Dana tersebut akan dijadikan modal dasar untuk menggerakkan IFG Life dan menampung liabilitas dari polis nasabah Jiwasraya hasil restrukturisasi.
3. Memiliki 9 Anggota Holding
Usai ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan, konsolidasi aset IFG mencapai Rp72,5 triliun per Maret 2020.
Selain itu, IFG memiliki sembilan anggota holding di antaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, serta PT Grahaniaga Tata Utama, dan PT Bahana Kapital Investa.
4. Fokus Pada 3 Lini Bisnis Utama
Manajemen perseroan negara itu akan membawa IFG Life untuk fokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu layanan proteksi, baik untuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) untuk menyiapkan dana pada saat peserta pensiun.
Pihak IFG Life yakin dapat mendobrak pasar asuransi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya di bidang proteksi jiwa, kesehatan, serta dana pensiun, dan termasuk melakukan migrasi portofolio jiwasraya yang telah selesai direstrukturisasi oleh pihak Jiwasraya.
IFG akan memperoleh bail-in dana sebesar Rp22 triliun untuk membentuk IFG Life, yang akan turun dalam dua tahun, yakni Rp10 triliun pada 2021 dan Rp12 triliun pada 2022.
Dana tersebut akan dijadikan modal dasar untuk menggerakkan IFG Life dan menampung liabilitas dari polis nasabah Jiwasraya hasil restrukturisasi.
3. Memiliki 9 Anggota Holding
Usai ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan, konsolidasi aset IFG mencapai Rp72,5 triliun per Maret 2020.
Selain itu, IFG memiliki sembilan anggota holding di antaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, serta PT Grahaniaga Tata Utama, dan PT Bahana Kapital Investa.
4. Fokus Pada 3 Lini Bisnis Utama
Manajemen perseroan negara itu akan membawa IFG Life untuk fokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu layanan proteksi, baik untuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) untuk menyiapkan dana pada saat peserta pensiun.
Pihak IFG Life yakin dapat mendobrak pasar asuransi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya di bidang proteksi jiwa, kesehatan, serta dana pensiun, dan termasuk melakukan migrasi portofolio jiwasraya yang telah selesai direstrukturisasi oleh pihak Jiwasraya.
(uka)
Lihat Juga :