Inflasi Rendah Terus-terusan Bisa Rugikan Pengusaha
Kamis, 22 Oktober 2020 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, inflasi yang rendah akan menimbulkan disinsentif bagi pelaku usaha untuk menjual barang dagangannya," kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: APBD Rp252 Triliun Ndekem di Bank, Tito: Bunganya Dikekep Pengusaha )
Menurut dia, orang kalau ada kenaikan harga pasti akan berlomba-lomba untuk menjual barang dagangannya karena memberikan insentif.
"Namun inflasi yang tinggi juga keliru. Inflasi yang terlalu tinggi seperti pada jaman Pak SBY dapat menyebabkan orang tidak mampu untuk membeli barang kebutuhannya. Jadi, permintaan tidak akan bertemu dengan penawarannya," beber dia.
Maka dari itu, inflasi sudah seharusnya dijaga sekitar 3% seperti saat ini. "Karena tidak ada penambahan permintaan artinya produksi tidak mengalami pertumbuhan produksi. Dengan begitu, tidak ada ekspansi. Ini bisa menimbulkan kerugian atau berkurangnya keuntungan," pungkas dia.
(Baca juga: APBD Rp252 Triliun Ndekem di Bank, Tito: Bunganya Dikekep Pengusaha )
Menurut dia, orang kalau ada kenaikan harga pasti akan berlomba-lomba untuk menjual barang dagangannya karena memberikan insentif.
"Namun inflasi yang tinggi juga keliru. Inflasi yang terlalu tinggi seperti pada jaman Pak SBY dapat menyebabkan orang tidak mampu untuk membeli barang kebutuhannya. Jadi, permintaan tidak akan bertemu dengan penawarannya," beber dia.
Maka dari itu, inflasi sudah seharusnya dijaga sekitar 3% seperti saat ini. "Karena tidak ada penambahan permintaan artinya produksi tidak mengalami pertumbuhan produksi. Dengan begitu, tidak ada ekspansi. Ini bisa menimbulkan kerugian atau berkurangnya keuntungan," pungkas dia.
Lihat Juga :