La Nina Mengancam, Kementan Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 15:16 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - BMKG meramalkan beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena La Nina . Sejumlah komoditi pertanian pun terancam gagal panen akibat fenomena alam tersebut.
Lantas, bagaimana persiapan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengamankan stok beras saat menghadapi La Nina? Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, produksi beras sepanjang 2020 sangat aman. Hingga akhir Desember 2020 nanti bahkan ada stok sekitar 7 juta ton.
"Realisasi ini akan terus positif, apalagi ada support program Kostratani. Food Estate juga sudah digulirkan di Kalimantan Tengah," kata Kuntoro saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).
(Baca juga: Cegah Gejolak Harga Beras, Airlangga Optimalkan Teknologi )
Dia menjelaskan, mengawali 2020, Indonesia memiliki stok awal beras sekitar 5,9 juta ton. Sepanjang musim tanam (MT) I 2020, produksi beras total sekitar 30,6 juta ton.
Produksi ini didulang dari luas tanam 6,1 juta hektare di MT-I 2020 Oktober-Maret 2019/2020. Ada juga luas lahan 5,4 Juta Hektar pada MT-II April-September 2020.
"Fase produksi ini total menghasilkan 17,06 Juta ton beras dengan nilai Rp172 Triliun. Cadangan beras pun semakin kompetitif, apalagi ada stok 5,94 Juta ton dari Desember 2019," ujarnya.
Lantas, bagaimana persiapan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengamankan stok beras saat menghadapi La Nina? Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, produksi beras sepanjang 2020 sangat aman. Hingga akhir Desember 2020 nanti bahkan ada stok sekitar 7 juta ton.
"Realisasi ini akan terus positif, apalagi ada support program Kostratani. Food Estate juga sudah digulirkan di Kalimantan Tengah," kata Kuntoro saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).
(Baca juga: Cegah Gejolak Harga Beras, Airlangga Optimalkan Teknologi )
Dia menjelaskan, mengawali 2020, Indonesia memiliki stok awal beras sekitar 5,9 juta ton. Sepanjang musim tanam (MT) I 2020, produksi beras total sekitar 30,6 juta ton.
Produksi ini didulang dari luas tanam 6,1 juta hektare di MT-I 2020 Oktober-Maret 2019/2020. Ada juga luas lahan 5,4 Juta Hektar pada MT-II April-September 2020.
"Fase produksi ini total menghasilkan 17,06 Juta ton beras dengan nilai Rp172 Triliun. Cadangan beras pun semakin kompetitif, apalagi ada stok 5,94 Juta ton dari Desember 2019," ujarnya.
Lihat Juga :