Ingin Jadi Wirausaha Sosial yang Sukses? Ini Kuncinya

Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:08 WIB
loading...
Ingin Jadi Wirausaha...
Ilustrasi wirausaha muda. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Perkembangan wirausaha sosial atau yang lebih populer dengan istilah social enterprise, merupakan sebuah peluang baru yang mulai disadari oleh berbagai kalangan.

Meski belum ada data pasti mengenai total jumlah wirausaha sosial di seluruh dunia, beberapa negara merilis jumlah wirausaha sosial di negaranya.

Berdasarkan data terakhir dari hasil estimasi studi British Council (2018), Indonesia memiliki sekitar 342.000 wirausaha sosial yang terdaftar.

Kendati masih seumur jagung dibanding negara-negara lain yang telah melakukan pencatatan dan pembuatan aturan klasifikasi wirausaha sosial secara mumpuni, dari data jumlah wirausaha sosial tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan dan digali lebih lanjut.

(Baca juga: Alhamdulillah, Dua Menteri Pastikan Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM )

Menyadari perkembangan wirausaha sosial yang dapat membantu menjawab permasalahan sosial, Bank DBS Indonesia sebagai perusahaan yang mengedepankan bisnis berkelanjutan percaya wirausaha sosial merupakan masa depan bisnis dan untuk itu secara konsisten memberikan dukungannya untuk bergerak bersama.

Head of Group Strategic Marketing and Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan, DBS Foundation sebagai yayasan yang menjadi bagian dari Bank DBS Indonesia hadir untuk senantiasa memperjuangkan tumbuh kembang wirausaha sosial di Indonesia melalui berbagai inisiatif. Salah satunya dengan menggandeng UKM Center FEB UI untuk menyusun seri buku kedua yaitu “Profit untuk Misi Sosial”.

“Kami berharap buku elektronik ini dapat membantu pembaca termasuk wirausaha sosial agar lebih berkembang, serta menginspirasi dan menstimulasi masyarakat untuk melahirkan wirausaha sosial baru di Indonesia,” kata Mona, Sabtu (24/10/2020).

(Baca juga: Dukung Wirausaha Sosial, DBS Luncurkan Buku dan Beri Hibah Ribuan Dolar )

Lantas, aspek penting apa yang perlu dipahami para wirausaha sosial agar dapat menjalankan bisnis sosial yang dapat memberikan dampak maksimal? Berikut rangkuman informasi yang tersaji dalam buku “Profit untuk Misi Sosial”.

1. Kenali inisiatif bisnis untuk dunia yang lebih baik

Untuk memberikan dampak sosial, terdapat beragam praktik bisnis yang perlu diketahui, terutama bagi para calon wirausaha sosial sebagai bekal untuk memulai bisnis.

Saat ini, terdapat berbagai pilihan bentuk praktik bisnis yang bisa dipilih dan dijalankan di Indonesia. Diantaranya adalah Kooperasi, SE (Social Enterprise), CSR (corporate social responsibility); program kepedulian sosial untuk mendukung kegiatan sosial tertentu yang berlangsung secara berkelanjutan, serta CSV (Corporate Shared Value), yaitu perusahaan yang mengedukasi segmen masyarakat tertentu untuk bisa mengerjakan suatu aktivitas sesuai standar perusahaan agar dapat memperkuat rantai nilai perusahaan dan akhirnya memberikan hasil positif bagi profitabilitas perusahaan.

Selain itu, ada Social Business yaitu perusahaan zero-deviden yang memberikan pelayanan atau menjual produk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kalangan Bottom of Pyramid atau segmen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 40% terbawah di suatu wilayah perekonomian tertentu, dan Inclusive Business atau jenis perusahaan yang aktivitas bisnisnya membuka kesempatan partisipasi bagi masyarakat dari kalangan Bottom of Pyramid dalam rantai nilainya, baik sebagai pemasok maupun konsumen.

2. Pilih model wirausaha sosial yang tepat

Setelah mengetahui bentuk bisnis apa yang bisa dijalankan, maka selanjutnya wirausaha sosial perlu memahami dan memilih jenis, kriteria dasar, tipe, dan model bisnis yang dipilih, agar dapat lebih tepat sasaran.

Misalnya, jenis Social Enterprise berdasarkan struktur kepemilikannya adalah SE-nirlaba yang dimiliki oleh masyarakat, bukan individu atau investor; atau Community Based SE yang struktur kepemilikannya kolektif atau Usaha Bersama seperti Kooperasi.

Selain itu, ada juga Profit for Benefit Social Enterprise yang struktur kepemilikannya bersifat privat, namun memiliki komitmen untuk menginvestasikan kembali laba untuk mendukung misi sosial dengan proporsi yang lebih besar daripada dividen yang akan diambil untuk para pemiliknya. Hal yang perlu diingat adalah menentukan pilihan yang sesuai dengan perencanaan matang.

3. Pahami ekosistem wirausaha sosial

Tidak ada salahnya memiliki impian yang tinggi, namun untuk mencapainya, konsistensi baik internal maupun eksternal amat diperlukan. Misalnya, dengan memperhatikan berbagai aspek seperti finansial, dukungan pemerintah, ketersediaan tenaga kerja, hingga penerimaan dari masyarakat perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman atas ekosistem pendukung kewirausahaan sosial, termasuk pola tantangan yang umumnya dihadapi social enterprise, strategi cerdik untuk scaling-up, serta strategi bijak untuk transformasi menjadi social enterprise.

4. Temukan sumber daya yang tepat

Dalam memulai sebuah bisnis, sumber daya yang diperlukan bukan hanya manusia sebagai tenaga kerja, tetapi juga ada sumber daya lain seperti keuangan, bahan, keahlian, dan lainnya. Sumber daya menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena hal tersebut yang akan menentukan kelangsungan suatu bisnis.

5. Sebesar apa dampak yang ingin diciptakan

Tatkala memulai usaha sosial, tentu selain profit, wirausaha sosial juga memikirkan dampak yang berhasil diciptakan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, wirausaha sosial dapat mengukur dampak sosial menggunakan indikator dampak yang dimonitor secara berkelanjutan untuk melihat tingkat keselarasan dengan premise of change.

Hal tersebut akan membantu wirausaha sosial dalam mengukur besar usaha dan jangkauan bahkan jumlah sumber daya yang dibutuhkan dengan analisis yang jelas.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Managing International...
Managing International Balances: Structuring Day-to-Day Financial Access
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
Final DSC Season 16:...
Final DSC Season 16: Bangun Stabilitas Fondasi Ekonomi Lewat Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan
Indonesia Tertinggal...
Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Jamkrindo Kolaborasi...
Jamkrindo Kolaborasi Bekali Peserta Pidana Sosial Keterampilan Wirausaha
Indonesian BRICS Youth...
Indonesian BRICS Youth Forum 2025 Perkuat Peran Generasi Muda di Panggung Internasional
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Ekosistem UMKM untuk...
Ekosistem UMKM untuk Tumbuh dan Kembang
Coding Camp AI DBS Foundation...
Coding Camp AI DBS Foundation Bantu Siswa SMK Siap Hadapi Dunia Kerja Digital
Rekomendasi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved