Ternyata Oh Ternyata, Ini Biang Kerok Penyaluran Dana PEN di BPD Belum Maksimal

Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:28 WIB
loading...
Ternyata Oh Ternyata,...
Sementara untuk BPD lainnya, dikatakan bahwa penyaluran dana PEN dari pemerintah masih terus berlangsung. Sehingga diakuinya penyaluran masih belum maksimal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat telah menempatkan dana di beberapa bank pembangunan daerah (BPD) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) . Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto mengatakan, bahwa penyaluran dana PEN terhitung efektif sejak akhir bulan Agustus 2020.

“Saat ini sedang berlangsung di beberapa BPD yang mendapatkan dana alokasi tersebut,” katanya, Minggu (25/10/2020).

(Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Titip Lagi Dana di BPD Rp1,5 T )

Ardian menyebut, Bank BJB adalah BPD yang penyalurannya sudah mencapai 100% dari dana PEN yang ditempatkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bank BJB mendapatkan alokasi penempatan dana PEN sebesar Rp.2,5 triliun dengan leverage dua kali lipat atau sebesar Rp.5 triliun.

“Di akhir minggu ke-2 bulan Oktober 2020 sudah menyatakan, bahwa dana PEN beserta leverage penyalurannya menjadi sebesar Rp5 triliun tersebut, sudah tersalurkan sepenuhnya ke berbagai sektor usaha. Antara lain konstruksi, perdagangan besar eceran dan khususnya segmen UMKM dan konsumer,” ungkapnya.

Sementara untuk BPD lainnya, dia mengatakan, bahwa penyaluran masih terus berlangsung. Sehingga diakuinya penyaluran masih belum maksimal.

“Jika dilihat timing penempatan dana PEN oleh Kementerian Keuangan dibandingkan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk pinjaman kredit, waktu penyaluran sampai saat ini masih reasonable penyaluran belum sepenuhnya maksimal dilakukan. Ini karena baru sekitar kurang lebih dua bulan,” jelasnya.

(Baca Juga: Waktunya Sempit, Titipan Uang Pemerintah ke BPD Baru Disalurkan Rp1,58 Triliun )

Namun dia tidak memungkiri adanya beberapa kendala penyaluran kredit BPD kepada masyarakat. Di antaranya masih adanya keraguan bagi BPD untuk menyalurkan pembiayaan kredit atas dana PEN.

“Melihat situasi dan kondisi masyarakat yang terpengaruh sangat signifikan akibat kondisi covid-19. Bank atau BPD, berupaya melakukan mitigasi risiko secara ketat sehingga dikesankan seakan akan ada hambatan di dalam penyalurannya,” tuturnya.

Lalu kendala lain adalah target-target portofolio kredit yang akan dibiayai berubah ubah dari waktu ke waktu. Ini dinilai karena kembali ke risk appetite akibat covid-19 yang penuh ketidakpastian.

“Masih adanya kekhawatiran bagi bank atau BPD apabila penyaluran dilakukan secara ekspansi, akibatnya akan timbul NPL-NPL (non performing loan) baru yang signifikan atau relapse account akibat tidak terjaga kualitas kredit dan hanya mengandalkan informasi-informasi sesaat yang harus dikonfirmasi kembali,” tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
MNC Life dan BPD DIY...
MNC Life dan BPD DIY Resmi Teken Kerja Sama Asuransi Jiwa Kredit
Purbaya Diserbu BPD...
Purbaya Diserbu BPD Ingin Jatah Penempatan Dana Pemerintah Rp275 Triliun
Giliran Bank Daerah...
Giliran Bank Daerah Dapat Kucuran Dana Pemerintah, Purbaya: Saya Punya Rp275 Triliun
Alasan Purbaya di Balik...
Alasan Purbaya di Balik Penempatan Dana Puluhan Triliun ke Bank Jatim dan Bank Jakarta
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Kolaborasi Bank BPD...
Kolaborasi Bank BPD Bali dan Askrindo Lindungi Nasabah hingga Sektor Mikro
Pacu Ekonomi Lokal,...
Pacu Ekonomi Lokal, Swasta Besar di Daerah Didorong Bermitra dengan BPD
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved