Harga Rokok Mau Naik, Pengusaha Risau Kondisi IHT di Tengah Pandemi Covid-19
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
"Sebaliknya, jika pemerintah menaikkan cukai rokok hanya akan menambah beban industri nasional," imbuhnya.
Berdasarkan catatan Perkumpulan Gappri saat ini perekonomian tengah mengalami resesi. Sementara pada 2021 itu kemungkinan baru masuk masa recovery atau pemulihan ekonomi. Apalagi wabah Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir.
Oleh karena itu, Gappri meminta pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar jangan membuat regulasi yang melemahkan kelangsungan industri hasil tembakau nasional.
"Perkumpulan Gapprri juga berharap pada 2021 tidak ada kenaikan tarif cukai, tetap mempertahankan jumlah layer industri tetap 10 layer dan juga mempertahankan Harga Jual Eceran (HJE)," imbuh Henry.
Gappri yang merupakan konfederasi IHT jenis produk khas tembakau Indonesia, yaitu kretek, beranggotakan pabrikan golongan I, golongan II, dan golongan III (besar, menengah, dan kecil) yang menguasai market share dalam negeri sebesar 70% itu mengkhawatirkan masa depan IHT nasional apabila isu kenaikan cukai sebesar 17% terwujud di tengah pertumbuhan ekonomi yang minus saat ini.
Berdasarkan catatan Perkumpulan Gappri saat ini perekonomian tengah mengalami resesi. Sementara pada 2021 itu kemungkinan baru masuk masa recovery atau pemulihan ekonomi. Apalagi wabah Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir.
Oleh karena itu, Gappri meminta pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar jangan membuat regulasi yang melemahkan kelangsungan industri hasil tembakau nasional.
"Perkumpulan Gapprri juga berharap pada 2021 tidak ada kenaikan tarif cukai, tetap mempertahankan jumlah layer industri tetap 10 layer dan juga mempertahankan Harga Jual Eceran (HJE)," imbuh Henry.
Gappri yang merupakan konfederasi IHT jenis produk khas tembakau Indonesia, yaitu kretek, beranggotakan pabrikan golongan I, golongan II, dan golongan III (besar, menengah, dan kecil) yang menguasai market share dalam negeri sebesar 70% itu mengkhawatirkan masa depan IHT nasional apabila isu kenaikan cukai sebesar 17% terwujud di tengah pertumbuhan ekonomi yang minus saat ini.
Lihat Juga :