La Nina Datang, Mentan SYL: Kita Enggak Boleh Kalah dengan Alam

loading...
La Nina Datang, Mentan SYL: Kita Enggak Boleh Kalah dengan Alam
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (YSL) menegaskan, perubahan iklim akibat La Nina ini harus mampu diantisipasi sehingga tidak menggagalkan panen. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Cuaca ekstrem imbas La Nina mengancam sejumlah wilayah Indonesia yang diperkirakan akan berlangsung hingga puncaknya pada Februari 2021. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, perubahan iklim ini harus mampu diantisipasi sehingga tidak menggagalkan panen.

"La Nina datang, kita harus persiapakan langkah yang tepat. Kita enggak boleh kalah dengan alam," kata Menteri Pertanian (Mentan) Yasin Limpo dalam video virtual, Senin (26/10/2020).

(Baca Juga: Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani)

Dia mengungkapkan, adanya La Nina ini akan berdampak pada ancaman banjir dan longsor serta kegagalan panen daerah tertentu. Karena kapasitas air yang banyak bisa menimbulkan hama. "Karena airnya banyak dan gejala hama yang mana muncul saat banjir ada," katanya.



Guna mengantisipasi La Nina, Mentan meluncurkan program satuan Brikade yang menjangkau Kota hingga Provinsi. "Kita akan luncurkan brikade bencana diprovinsi dan kabupaten, jadi buat bapak Gubernur dan Kepala Dinas siapkan brikadenya di kabupten dan provinsi," tandasnya

Sebagai informasi, La Nina terjadi di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di bagian tengah dan timur wilayah Indonesia. Di wilayah-wilayah ini terjadi peningkatan curah hujan yang tidak biasa.

(Baca Juga: Diterjang Badai La Nina, Tahan Pakai Benih Padi Anti Genangan)



Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor. Selain itu, La Nina juga dapat merusak tanaman, termasuk sawah dan tanaman-tanaman semusim yang terkena dampak hujan berkepanjangan dan banjir.

Karena pada kurun waktu itu, kapasitas sungai dan debit air di sejumlah wilayah berlebihan sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya. Pada tahun 2018 lalu, fenomena La Nina terjadi di sebagian wilayah Indonesia yang berdampak pada gagal panen. Hal ini membuat harga beras menjadi tinggi.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top