Menteri Teten Ungkap Kunci yang Bisa Pulihkan UMKM, Apa Itu?
Senin, 26 Oktober 2020 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Survey World Bank menunjukan, 42% UMKM Indonesia menggunakan media sosial atau platform digital dalam merespons pandemi Covid-19. Bahkan survey McKinsey (Juni 2020) menunjukan adanya peningkatan penjualan melalui e-commerce sebesar 26% dan terdapat 3,1 juta transaksi per hari selama pandemi.
"Survei itu menjelaskan bahwa UMKM yang dapat bertahan di tengah pandemi adalah UMKM yang terhubung digital," tegasnya.
Oleh karena itu, digitalisasi KUMKM telah menjadi agenda prioritas KemenkopUKM. "Upaya ini dilakukan melalui kebijakan terintegrasi, baik di sisi hulu maupun hilir," tandas Teten.
Kebijakan tersebut antara lain berupa pendampingan dan pelatihan UMKM, baik yang dilakukan Kemenkop UKM, Smesco, juga melalui kolaborasi dengan BUMN maupun swasta. ( Baca juga:Kemlu Pulangkan 500 WNI dari Malaysia )
"Program lainnya dilakukan melalui edukukm.id/program e-learning, atau pelatihan daring secara gratis, dan Kakak Asuh UMKM atau pelatihan khusus UMKM agar menjadi digital marketers khususnya di e-commerce," pungkas Teten.
"Survei itu menjelaskan bahwa UMKM yang dapat bertahan di tengah pandemi adalah UMKM yang terhubung digital," tegasnya.
Oleh karena itu, digitalisasi KUMKM telah menjadi agenda prioritas KemenkopUKM. "Upaya ini dilakukan melalui kebijakan terintegrasi, baik di sisi hulu maupun hilir," tandas Teten.
Kebijakan tersebut antara lain berupa pendampingan dan pelatihan UMKM, baik yang dilakukan Kemenkop UKM, Smesco, juga melalui kolaborasi dengan BUMN maupun swasta. ( Baca juga:Kemlu Pulangkan 500 WNI dari Malaysia )
"Program lainnya dilakukan melalui edukukm.id/program e-learning, atau pelatihan daring secara gratis, dan Kakak Asuh UMKM atau pelatihan khusus UMKM agar menjadi digital marketers khususnya di e-commerce," pungkas Teten.
(uka)
Lihat Juga :