Lewat Gemaya, Kementan Bantu Peternak Ayam dari Terjangan Pandemi

Selasa, 27 Oktober 2020 - 00:42 WIB
loading...
Lewat Gemaya, Kementan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian serius terhadap kondisi peternak ayam di Indonesia. Pasalnya, saat ini mereka dihadapkan pada rendahnya harga lantaran pasokan berlimpah sementara permintaan tertekan. Ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat peternak ayam semakin terpuruk. ( Baca juga:Menteri Teten Ungkap Kunci yang Bisa Pulihkan UMKM, Apa Itu? )

Nah untuk membantu para peternak, Kementan menginisiasi sebuah kampanye yang disebut ‘Gerakan Makan Ayam’ atau Gemaya. Inisiasi ini diharapkan bisa meningkatkan konsumsi daging ayam dan bisa menstabilkan harga. Ujungnya, meningkatkan pendapatan peternak.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Dr. Ir. Nasrullah M.sc, kampanye ini juga memberikan efek tidak langsung kepada perekonomian Indonesia yang terguncang karena pandemi. Tentunya pembelian daging ayam akan menimbulkan efek berantai terhadap industri lainnya, seperti pakan ternak.

Lewat Gemaya, Kementan Bantu Peternak Ayam dari Terjangan Pandemi


Nasrullah menambahkan, daging ayam adalah sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang baik dan mudah terjangkau oleh masyarakat. Jadi sangat penting untuk memenuhi asupan gizi, terutama di masa pandemi Covid-19. Daging ayam disebutkan sebagai salah satu asupan makanan yang dibutuhkan agar imun tubuh meningkat.

‘’Menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang penting dilakukan sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi. Mengkonsumsi daging ayam merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh karena gizinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh,’’ kata Nasrullah, di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, pihak Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) melihat kampanye Gemaya bukan kampanye periodik ataupun seasonal. Gemaya bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menolong peternak ayam yang sedang terpuruk.

Drh. Rakhmat Nurianto, selaku Ketua DPP PINSAR Indonesia, mengungkapkan gemaya menghadirkan opsi-opsi jawaban baru dari masalah ini. Ia memberi contoh yakni rantai dingin (cold chain). Proses pengaturan suhu yang tidak terputus, mulai dari pemotongan, penyimpanan hingga konsumsi.

"Semua itu bisa mengubah industri ayam ras di Indonesia. Peternak pun harus beradaptasi dengan proses ini untuk ke depannya bisa menyimpan pasokan berlebih," kata Drh.Rakhmat

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia juga melihat cold chain sebagai solusi alternatif yang efektif. Dengan cara ini daging ayam akan lebih lama bertahan.

Ayam beku utuh dalam kondisi mentah dapat disimpan hingga 12 bulan. Potongan daging ayam beku mentah dapat disimpan sekitar 9 bulan.

"Jika bagian dalam atau jeroan mentah dapat disimpan dalam kondisi beku hingga 3-4 bulan. Ayam matang yang dibekukan, dapat bertahan sekitar 4 bulan," jelasnya. ( Baca juga:Milenial Kecewa Demokrasi lantaran Pemerintahan Gagap Digitalisasi )

Kampanye ini juga menjadi tempat edukasi konsumen, tidak hanya untuk mengajak makan ayam tapi juga mengetahui fakta-fakta yang ada dalam daging ayam. Bukan tidak mungkin menurunnya minat konsumsi karena isu-isu negatif terkait daging ayam. Banyak isu beredar terkait daging ayam, misalnya isu hormon, isu kanker, isu kolesterol dan isu alergi.

Gemaya menjadi sebuah kampanye belajar untuk masyarakat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mengkonsumsi daging ayam. Justru mengkonsumsi daging ayam akan memberikan asupan gizi yang bagus karena protein hewani sangat berperan penting bagi kecerdasan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
Konsumsi Bensin Naik...
Konsumsi Bensin Naik Tipis saat Nataru, Masyarakat Liburan Pilih Transportasi Umum
Pertamina Prediksi Konsumsi...
Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik 3,2% Selama Libur Nataru
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Meningkat, Industri Hotel Bersiap Hadapi Libur Nataru
Libur Nataru, Pertamina...
Libur Nataru, Pertamina Perkirakan Konsumsi Pertalite Cs dan LPG Naik 3%
Distribusi Konsumsi...
Distribusi Konsumsi Jemaah Haji 2026 di Madinah Kini Berbasis Digital
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Rekomendasi
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved